Tampil Gemilang di Awal Musim, Bastianini Sesumbar Bisa Jadi Penerus Rossi

Luthfi Anshori - detikOto
Senin, 09 Mei 2022 10:15 WIB
Enea Bastianini, center, of Italy, celebrates after winning the MotoGP Grand Prix of the Americas motorcycle race at the Circuit of the Americas, Sunday, April 10, 2022, in Austin, Texas. Alex Rins, left, of Spain, finished second, and Jack Miller, right, of Australia, finished third. (AP Photo/Eric Gay)
Enea Bastianini sesumbar bisa menjadi penerus Valentino Rossi. Foto: AP/Eric Gay
Jakarta -

Pebalap Gresini Racing, Enea Bastianini sesumbar bisa menjadi penerus Valentino Rossi di kancah MotoGP. Keyakinan itu timbul dalam diri Bastianini setelah dirinya tampil mengesankan di awal musim MotoGP 2022.

Bastianini memang menjadi salah satu kejutan di kompetisi musim ini. Dari 6 seri balap yang sudah digelar, rider asal Italia itu sukses dua kali naik podium tertinggi, yakni di MotoGP Qatar dan MotoGP Amerika. Bastianini kini berada di posisi ketiga klasemen sementara dengan mengemas 69 poin.

Dengan pembuktian itu, Bastianini pun merasa yakin dirinya bisa menjadi idola baru bagi para pecinta balap di Italia. Terlebih sang legenda Valentino Rossi telah pensiun sebagai pebalap MotoGP.

"Pensiunnya Valentino telah meninggalkan kekosongan besar di Italia dan logis jika seseorang (rider) dicari untuk mengisi posisinya, meskipun apa yang dia lakukan adalah sesuatu yang unik dan tidak dapat ditiru. Jelas bahwa saya ingin, saya tidak mengatakan ingin menggantikan posisinya, tapi saya ingin jadi pebalap referensi dari Italia. Ini akan bagus untuk saya," kata Bastianini dikutip dari Motosan, Senin (9/5/2022).

Sebagai catatan, Bastianini sendiri sejatinya bukanlah murid didik Valentino Rossi. Beda dengan pebalap MotoGP lainnya seperti Francesco Bagnaia, Marco Bezzecchi, dan Luca Marini yang notabene merupakan lulusan akademi balap Rossi, VR46.

Meski tidak mendapat ilmu balap langsung dari Rossi, Bastianini tidak mempermasalahkan itu. Bahkan Bastianini bisa membuktikan kemampuannya dengan tampil kompetitif di awal musim ini.

"Ketika saya tiba di Kejuaraan Dunia, akademi (VR46) masih dimulai dan saya tidak merasa perlu berada di sana. Saya sudah jadi juara, tidak seperti anak laki-laki lain yang mungkin belum ikut Kejuaraan Dunia," sambung Bastianini yang kemudian bergabung dengan Gresini Racing asuhan Fausto Gresini.

"Memang VR46 adalah kekuatan yang sangat besar di dunia balap. Tanpa mengandalkan bantuan orang lain, berlatih dengan pebalap lain, atau menerima saran dari Valentino, telah membuat saya kesulitan. Tapi bagaimanapun, itu tidak menjadi masalah bagi saya, saya telah memiliki orang-orang yang telah mempercayai saya sejak awal, seperti yang dilakukan Fausto Gresini," jelasnya.

Enea BastianiniEnea Bastianini tampil gemilang di awal musim MotoGP 2022 Foto: dok.Federal Oil

Meski tampil mengesankan di awal musim dan difavoritkan menjadi kandidat juara dunia MotoGP 2022, Bastianini tetap berusaha bersikap realistis. Sebab kompetisi musim ini berjalan sangat ketat, dengan banyaknya rider top yang tampil konsisten.

"Saya kira (juara dunia) itu bisa dicapai, tapi akan sangat sulit karena tahun ini levelnya sangat tinggi. Antara finis pertama atau kelima dalam perlombaan hanya seperti jentikan jari. Penting untuk tetap konsisten, tak membuat kesalahan seperti Portimao dan selalu mencetak poin," katanya lagi.

Di sisi lain, Bastianini tetap memiliki ambisi kuat untuk membawa Gresini menjadi tim balap independen pertama yang menjuarai MotoGP. "Kenapa tidak? Kami memiliki motor yang sangat cepat dan saya pikir dengan dukungan Ducati, tim private (seperti Gresini Racing) bisa menjadi juara MotoGP," tukasnya.

(lua/rgr)