ADVERTISEMENT

Jorge Lorenzo Resmi Jadi Legenda MotoGP, Ini Rekornya

Ridwan Arifin - detikOto
Minggu, 01 Mei 2022 11:24 WIB
Jorge Lorenzo masuk MotoGP Hall of Fame.
Jorge Lorenzo jadi legenda MotoGP Foto: MotoGP
Jakarta -

Jorge Lorenzo resmi masuk dalam daftar Hall of Fame MotoGP. Rider Spanyol itu sekarang bergabung dengan Valentino Rossi Cs sebagai legenda MotoGP.

Juara dunia lima kali ini, Jorge Lorenzo dilantik menjadi bagian dari Hall of Fame di Circuite de Jerez Angel Nieto, Sabtu (30/4/2022). Tak hanya itu, tikungan terakhir juga diganti menjadi nama Lorenzo.

Sirkuit Jerez merupakan titik awal perjalanan karier Jorge Lorenzo di dunia balap MotoGP. Lorenzo muda debut pada 2002 silam di kejuaraan 125 cc.

Pada tahun 2005 ia pindah ke kelas 250cc dan kemudian memenangkan Kejuaraan Dunia pertamanya dengan gelar back-to-back pada tahun 2006 dan 2007.

Performanya yang apik membuat Lorenzo naik ke kelas MotoGP pada 2008. Dia menjadi tandem buat Valentino Rossi di Yamaha.

Satu musim berselang, Lorenzo berhasil menjadi runner up. pebalap asal Mallorca itu merebut tiga gelar juara dunia pada 2010, 2012, dan 2015.

2016 adalah tahun terakhir Lorenzo bersama Yamaha. Dia lalu pindah ke Ducati pada 2017.

Lorenzo, yang didatangkan Ducati pada 2017, baru bisa memberi kemenangan perdana untuk timnya musim ini. Di MotoGP 2018, ia memenangi MotoGP Italia, MotoGP Catalunya, dan MotoGP Austria.

Performa oke Lorenzo akhirnya dihentikan akibat mengalami cedera. Dia pindah ke tim Honda, dan menjadi rekan setim Marquez di MotoGP 2019.

Setelah tahun yang lebih berat dan lebih banyak cedera, juara dunia lima kali itu gantung sepatu di akhir musim.

Sepanjang kariernya tersebut, legenda baru MotoGP ini sudah memenangi 68 balapan dan naik podium sebanyak 152 kali. Ia pernah mengumpulkan poin terbanyak dalam satu musim, yakni 383 poin di tahun 2010. Rekor tersebut baru bisa dipecahkan Marc Marquez pada musim 2019.

Lorenzo kini bersama nama-nama legenda MotoGP, di antaranya Valentino Rossi, Giacomo Agostini, Mick Doohan, Geoff Duke, Wayne Gardner, Mike Hailwood, Daijiro Kato, Eddie Lawson, Anton Mang, Angel Nieto, Wayne Rainey, Phil Read, Jim Redman, Kenny Roberts, Kenny Roberts Jr, Jarno Saarinen, Kevin Schwantz, Barry Sheene, Marco Simoncelli, Freddie Spencer, Casey Stoner, John Surtees, Carlo Ubbiali, Alex Crivillé, Franco Uncini, Marco Lucchinelli, Randy Mamola, Kork Ballington, Dani Pedrosa, Stefan Dörflinger, Jorge 'Aspar' Martinez, dan Nicky Hayden.

"Aku tiba di sini 20 tahun lalu, di trek ini, untuk melakoni debut dan saya masih 14 tahun pada hari Jumat kala itu. Lalu saya meninjau beberapa tikungan dengan skuter dan aku melihat sosok-sosok seperti Cecchinello, Ueda, Vincent, Pedrosa, Poggiali, semua menunggangi motor. Buat saya, mereka adalah pahlawan," ungkap Jorge Lorenzo

"Dan aku melihat mereka balapan dengan sangat agresif dan kencang, lalu saya membayangkan apakah suatu hari bisa mencapai level itu. Sekarang aku diberikan kehormatan untuk menjadi seorang legenda MotoGP dari Dorna, dari Carmelo (Ezpeleta), yang sudah selalu memperlakukan aku dengan sangat baik, dan ini berarti lebih besar ketimbang kejuaraan yang aku menangi," tambah dia.

"Sebab semua legenda MotoGP adalah juara besar, tapi tidak semua juara bisa dinamakan sebagai legenda. Jadi aku sangat bangga bisa menjadi bagian dari grup menakjubkan ini, nama-nama ini. aku sangat beruntung, sangat berterima kasih bisa menjalani hidup seperti ini berkat MotoGP," pungkas dia.



Simak Video "Siapin Tabungan! Ini Bocoran Jadwal MotoGP Mandalika 2023"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lua)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT