Dosa Besar Alberto Puig yang Biarkan Pedrosa Pergi dari Repsol Honda

Luthfi Anshori - detikOto
Selasa, 11 Jan 2022 11:13 WIB
Repsol Honda Teamss Spanish rider Dani Pedrosa sits in the paddock during the first free practice session of the MotoGP Valencia Grand Prix at the Ricardo Tormo racetrack in Cheste, on November 16, 2018. (Photo by JOSE JORDAN / AFP)
Alberto Puig dianggap melakukan kesalahan besar telah membiarkan Dani Pedrosa pergi dari Repsol Honda.Foto: Jose Jordan/AFP Photo
Jakarta -

Mantan Manajer Repsol Honda, Livio Suppo, mengkritisi kebijakan penggantinya, Alberto Puig, yang membiarkan Dani Pedrosa pergi dari tim Repsol Honda. Menurut Suppo, kepergian Pedrosa membuat Repsol Honda hanya fokus melakukan pengembangan motor untuk Marc Marquez. Dampaknya, ketika Marc mengalami cedera, rekan satu garasinya tidak bisa menampilkan performa maksimal.

Tim Repsol Honda menghadapi masalah berat jelang MotoGP 2022. Pasalnya, Marc Marquez masih dirundung cedera. Dan di sisi lain, Pol Espargaro belum mampu menunjukkan tajinya sebagai pebalap tangguh yang bisa bersaing di papan atas.

Livio Suppo menilai krisis yang terjadi di Honda saat ini tak lain dan tak bukan adalah karena kesalahan fatal yang dilakukan Manajer Repsol Honda saat ini, Alberto Puig. Kesalahan fatal itu adalah membiarkan Dani Pedrosa pergi dan menyerahkan sepenuhnya pengembangan motor kepada Marc Marquez. Pedrosa sendiri akhirnya bergabung dengan KTM Factory Racing dan membuat tim ini tampil cukup kompetitif di musim 2020.

JEREZ DE LA FRONTERA, SPAIN - MAY 05:  Livio Suppo of Italy and Repsol Team Honda  looks on in box during the MotoGp of Spain - Free Practice at Circuito de Jerez on May 5, 2017 in Jerez de la Frontera, Spain.  (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)Livio Suppo Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images

"Banyak kesalahan telah dibuat dan saya minta maaf--karena saya sangat dekat dengan Honda dan sejarahnya--jadi adalah sebuah kesalahan, misalnya, membiarkan Dani Pedrosa pergi. Karena itu menunjukkan bahwa perkembangan motor hanya untuk Marc seorang. Hanya Marc lah yang bisa menjadi kuat (dengan RC213V)," kata Suppo dikutip dari Motosan, Selasa (11/1/2022).

Usai 'mendepak' Pedrosa dari bagian tim setelah ia memutuskan pensiun, Repsol Honda mencoba merekrut beberapa pebalap hebat seperti Jorge Lorenzo, namun hal itu tidak membuahkan hasil yang diharapkan.

Kemudian musim lalu Repsol Honda merekrut pebalap KTM, Pol Espargaro, yang sebetulnya tidak tampil bagus-bagus amat bersama pabrikan asal Austria. Terbukti ketika diberi kepercayaan membesut RC213V, Esparagaro kesulitan beradaptasi.

KUALA LUMPUR, MALAYSIA - JANUARY 27:  Alberto Puig of Spain and Repsol Honda Team speaks with journalists at Sepang Circuit on January 27, 2018 in Kuala Lumpur, Malaysia.  (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)Alberto Puig Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images

"(Repsol Honda) sama sekali tidak memiliki persiapan setelah Marc (mengalami cedera)," jelas Suppo. Suppo pun mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami Honda saat ini. Suppo menjelaskan bahwa dulu Repsol Honda adalah tim yang sangat disegani dan jadi rujukan semua tim.

"Saya sangat menyesal melihat Honda yang sekarang harus berjuang seperti ini. Karena ketika saya keluar dari tim setelah musim 2017, mereka sangat kuat dan menjadi rujukan semua orang," kenangnya.

"Mereka harus menemukan jalan yang benar. Dan saya berharap Marc Márquez baik-baik saja karena kontribusinya sangat mendasar, karena hasil semua pebalap Honda lainnya belum bagus. Yang menunjukkan bahwa perkembangan motornya (secara umum) mungkin belum bagus," pungkasnya.

(lua/rgr)