Terungkap Alasan Stoner Pilih Pensiun dari MotoGP di Puncak Kariernya

Luthfi Anshori - detikOto
Minggu, 09 Jan 2022 11:20 WIB
SPIELBERG, AUSTRIA - AUGUST 12:  Casey Stoner of Australia and Ducati Team  looks on in box during the MotoGp of Austria - Free Practice at Red Bull Ring on August 12, 2016 in Spielberg, Austria.  (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Casey Stoner. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Casey Stoner mengejutkan banyak orang ketika ia memutuskan pensiun di tahun 2012 lalu. Padahal saat itu Stoner sedang berada dalam puncak karier, pun usianya masih 27 tahun. Nah, baru-baru ini Stoner mengungkapkan alasan mengapa ia berani mengambil keputusan besar tersebut.

Stoner merupakan salah satu legenda MotoGP. Ia menjadi segelintir pebalap yang mampu juara MotoGP di dua pabrikan berbeda. Pebalap asal Australia tersebut pernah juara dunia bersama Ducati (2007) dan Honda (2011).

Casey Stoner mengungkapkan alasan mengapa ia memutuskan 'beristirahat' lebih cepat ketika masih dalam usia produktif. Stoner mengaku bahwa ajang MotoGP membuatnya stres dan mengalami kelelahan berlebih.

"Ketika saya pensiun, saya merasa bahwa saya perlu istirahat dari olahraga (ini). Jika saya mencoba untuk membalap satu tahun lagi, saya pasti tak akan menyentuh sepeda motor selama sepuluh tahun setelah itu. Saya sangat muak," kata Stoner dikutip dari Motosan, Minggu (9/1/2022).

Salah satu alasan yang membuat Stoner meninggalkan kompetisi balap motor tertinggi itu adalah karena hubungannya dengan media. Pebalap yang hobi memancing ikan itu merasa bosan dengan banyak pertemuan, wawancara, dan acara formal, sehingga ia mulai tidak menikmati MotoGP.

"Itu menjadi pekerjaan yang tidak lagi saya nikmati. Saya ingin terus menikmati sepeda motor. Saya tidak menyesali keputusan saya," ungkap rider yang hampir pernah bergabung dengan Yamaha tersebut. "Itu mempengaruhi saya secara mental, saya tidak bisa menyangkalnya," sambungnya lagi.

Selain membuat dirinya lelah, balap MotoGP yang memiliki intensitas dan mobilitas tinggi juga membuat Stoner jarang pulang ke Australia untuk bertemu keluarganya. Maka itu, ia memutuskan pensiun agar bisa menjalani kehidupan normal seperti orang-orang pada umumnya.

"Sebagian besar pekerjaan saya terdiri dari janji temu dan keterlibatan dengan media. Lalu ada topik cedera dan pelatihan selama periode seperti ini. Itu membuat saya sibuk dan jarang bisa pulang. Hal-hal seperti ini telah merampas kebahagiaan saya selama bertahun-tahun," tukas Stoner.

(lua/riar)