Performa Suzuki Jeblok Usai Juara Dunia, Rins Kangen Sosok Davide Brivio

Luthfi Anshori - detikOto
Kamis, 09 Des 2021 13:16 WIB
LE MANS, FRANCE - MAY 14: Alex Rins of Spain and Team Suzuki ECSTAR looks on in box during the MotoGP of France - Practice at  on May 14, 2021 in Le Mans, France. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Alex Rins rindu dengan mantan bosnya, Davide Brivio. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Performa Suzuki menurun tajam di MotoGP 2021. Alex Rins pun merindukan sosok mantan manajer, Davide Brivio, yang sudah menghadirkan kejayaan bagi Suzuki di tahun 2020 lalu.

Gelaran MotoGP 2021 telah usai, pebalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo keluar sebagai juara. Diikuti pebalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia yang duduk di peringkat kedua.

Sementara itu, Suzuki Ecstar sebagai juara bertahan (pebalap dan tim) tak mampu berbicara banyak di kompetisi tahun ini. Joan Mir yang berstatus juara dunia MotoGP 2020 hanya bisa duduk di tempat ketiga klasemen akhir MotoGP 2021. Alex Rins malah lebih buruk lagi lantaran hanya bisa menyelesaikan MotoGP 2021 di peringkat ketiga belas. Padahal tahun lalu Rins tampil bagus dan bisa memantapkan posisi di tempat ketiga klasemen MotoGP 2020.

2020 World champion, Spain's rider Joan Mir of the Team SUZUKI ECSTAR celebrates with SUZUKI ECSTAR Team Manager Davide Brivio after the end of the MotoGP race during Valencia Grand Prix in Ricardo Tormo Circuit in Valencia, Spain, Sunday, Nov. 15, 2020. (AP Photo/Alberto Saiz)Davide Brivio (kiri) dan Joan Mir (kanan) Foto: AP/Alberto Saiz

Atas alasan itu, Rins pun mengutarakan kerinduannya terhadap sosok mantan manajer, Davide Brivio. Sebagai informasi, Brivio merupakan sosok penting yang mengantarkan Suzuki berjaya pada 2020 lalu. Sayangnya, di tahun 2021 Brivio memutuskan meninggalkan arena MotoGP untuk memulai petualangan baru di Formula 1. Rins mengatakan bahwa dia tidak keberatan jika Brivio ingin kembali lagi ke MotoGP dan bergabung bersama Suzuki.

"Awalnya saya pikir tidak ada yang hilang, tetapi seiring berjalannya waktu dan hal-hal yang Anda lihat di dalam tim, kami menyadari bahwa kami saat ini tidak lagi memiliki sosok orang yang memerintah, yang tahu bagaimana mengelola semua pekerjaan ini," kata Rins dikutip dari Motosan.

"Saya sangat ingin Davide kembali. Saya memiliki hubungan yang luar biasa dengan dia, kami bergaul dengan sangat baik dan berkat dia saya di sini. Saya belum banyak berbicara dengannya mengenai hal ini, karena saya menghormati privasinya," sambung pebalap asal Spanyol itu.

Suzuki sendiri bisa dikatakan melakukan perjudian di kompetisi tahun ini. Sebab kepergian Brivio tidak diikuti dengan kedatangan sosok manajer baru yang bisa memegang kendali di paddock tim pabrikan asal Hamamatsu itu.

Di MotoGP 2021, Project Director tim Suzuki Esctar, Shinichi Sahara, mengerjakan semua tugas-tugas yang ditinggalkan oleh Brivio. Memang sempat ada kabar jika Suzuki ingin menunjuk manajer baru di pertengahan musim. Tapi hal itu tak kunjung terjadi.

(lua/rgr)