Mobil Sean Gelael-Bamsoet Salto di Udara, Berapa Kecepatannya saat Kecelakaan?

Doni Wahyudi - detikOto
Senin, 29 Nov 2021 15:14 WIB
Jakarta -

Pebalap nasional Sean Gelael dan Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengalami kecelakaan dahsyat pada ajang Sprint Rally Meikarta 2022. Mobil yang mereka tumpangi salto beberapa kali sebelum akhinya mendarat dalam kondisi ringsek.

Kecelakaan tersebut terjadi pada Sabtu (27/11) sore WIB. Sean yang mengendarai Citroen C3 R5 ditemani Bamsoet sebagai navigator.

Saat melibas SS2 Sprint Rally Meikarta 2022, mobil yang mereka kendarai mengalami kecelakaan dahsyat. Citroen C3 R5 terpelanting dan kemudian terjungkal sebanyak tiga kali setelah terlihat melewati gundukan tanah. Setelah terpelanting dan terguling, mobil kemudian berhenti dalam posisi miring, dengan cuma dua roda yang menyentuh tanah.

Sean GelaelSean Gelael Foto: dok.Sean Gelael

"Sebelum buka telemetri saya menyangka melaju lebih cepat dari sebelumnya, tapi ternyata tidak. Saat shakedown hari Jumat yang kering saya melaju 110 km/jam di tempat kecelakaan. Lalu pada SS1 karena becek setelah semalaman hujan saya mengurangi kecepatan dengan melaju 107 km/jam. Dan pada SS2 yang mulai mengering kecepatan saya 109 km/jam. Kesimpulannya, kecepatan saya kurang lebih sama," kata Sean Gelael saat mengungkapkan data dan penyebab kecelakaan yang dia alami ke pada media.

Dari tayangan ulang video yang merekam detik-detik kecelakaan tersebut, Sean menyebut ada kondisi trek yang membuatnya mengalami kejadian nahas tersebut. Disebutnya ada dua gundukan tanah dalam jarak berdekatan yang tidak ditemui saat sebelumnya melintas di titik yang sama.

"Gundukan tambahan itulah yang saya tidak mendapat laporan keberadaannya. Karena selama SS1 dari video yang kami buka ulang terlihat tidak ada," lanjut Sean dikutip dari Antara.

Mobil Bambang Soesatyo dan Sean Gelael KecelakaanMobil Bambang Soesatyo dan Sean Gelael Kecelakaan Foto: Arsip Istimewa

Ayah Sean, Ricardo Gelael, menyebut gundukan tanah tersebut bisa saja terjadi secara alami akibat hujan. Sayangnya itu tak terdeteksi oleh penyelenggara sehingga tidak ada peringatan soal kondisi tersebut.

"Kalau di reli, semua terkait kondisi lintasan itu adalah tugas "00" atau "0" Car, alias mobil pengaman dan pemantau lintasan dan lokasi lomba, yang keluar sebelum peserta peserta pertama melaju. Kalau di F1 dan MotoGP itu tugasnya Safety Car. Pengendara mobil-mobil tersebut lalu melaporkan kepada Clerk of The Course (pimpinan lomba) dan Race Director," papar Ricardo Gelael.

(din/riar)