Bagnaia Crash saat Memimpin Balapan, Salah Sendiri Tak Ikuti Saran Rossi

Ridwan Arifin - detikOto
Selasa, 26 Okt 2021 08:28 WIB
MISANO ADRIATICO, ITALY - OCTOBER 22: Francesco Bagnaia of Italy and Ducati Lenovo Team   rounds the bend during the MotoGP of Emilia Romagna - Free Practice at Misano World Circuit on October 22, 2021 in Misano Adriatico, Italy. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Francesco Bagnaia (Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Valentino Rossi menyayangkan Francesco Bagnaia jatuh saat berlaga di MotoGP Emilia Romagna. Padahal the Doctor sudah memberi saran tapi tidak didengar oleh Bagnaia.

Andai Bagnaia tidak terjatuh, maka kemenangan Quartararo sebagai juara dunia akan kembali dipertaruhkan dalam MotoGP Portimao. Tapi nasib berkata lain, Bagnaia tergelincir saat memimpin balapan ketika tersisa 4 putaran lagi.

Sedangkan rekan setimnya, Jack Miller harus tersungkur lebih dulu. Seperti diketahui, keduanya sama-sama menggunakan kombinasi ban depan keras dan ban belakang medium untuk Sirkuit Misano yang kering.

Valentino Rossi mengatakan gagal menghipnotis Pecco Bagnaia. Dia sudah menyarankan Bagnaia untuk menggunakan kombinasi ban medium (depan) - medium (belakang).

"Aku sudah coba menghipnotis Pecco seperti di Aragon, pakai medium, pakai medium, tapi tidak berhasil di sini (MotoGP Emilia Romagna, Red)," kata Rossi seperti dikutip dari GPone, Selasa (26/10/2021).

"Bagnaia menjalani musim yang fantastis, tetapi dia membuat kesalahan dengan memulai ban depan yang keras, jika tidak menggunakan ban itu, dia bisa menang," sambung Rossi.

"Saya sudah memberi tahu Pecco bahwa bagian depan yang keras berisiko. Di akhir balapan, suhu turun dan Anda bisa jatuh tanpa peringatan. Sangat disayangkan karena Francesco bisa saja menang dan mempertahankan kejuaraan tetap terbuka," kata Rossi.

"Saya pakai ban medium sebelumya, dan itu berjalan dengan baik," imbuh Rossi.

Bagnaia juga mengatakan bahwa pemilihan ban hard di bagian depan merupakan pertaruhan.

"Masalahnya adalah aku hanya perlu mendorong setiap putaran, karena satu putaran tanpa mendorong dan bagian depan terlalu dingin, lebih mudah untuk jatuh," kata Bagnaia seperti dikutip Crash.

Simak video 'Quartararo Masih Tak Percaya Mimpi Jadi Juara Dunia Sudah Nyata':

[Gambas:Video 20detik]



(riar/din)