Quartararo Juara, Rossi Sempat Marah ke Bagnaia

Ridwan Arifin - detikOto
Senin, 25 Okt 2021 21:15 WIB
Italian rider Valentino Rossi of the Petronas Yamaha SRT waves his fans at the end of the MotoGP race of the Emilia Romagna Motorcycle Grand Prix at the Misano circuit in Misano Adriatico, Italy, Sunday, Oct. 24, 2021. (AP Photo/Antonio Calanni)
Valentino Rossi Foto: AP/Antonio Calanni
Jakarta -

Fabio Quartararo memastikan diri jadi juara MotoGP 2021 usai Francesco Bagnaia mengalami crash di MotoGP Emilia Romagna. Valentino Rossi sebagai guru sempat marah dengan Bagnaia, apa sebabnya?

Pecco Bagnaia tampil meyakinkan sedari awal balapan menggeber Desmosedici GP21 di Sirkuit Misano, Minggu (25/10/2021). Selain pemegang pole position, Pecco juga langsung memimpin jalannya balapan.

Tapi nahas ketika menyisakan empat lap lagi, jebolan VR46 Academy itu tergelincir di tikungan 15. Belokan tersebut juga membuat Jack Miller memarkirkan motornya lebih cepat pada lap ke-3.

Jatuhnya Bagnaia, membuat Quartararo bisa mengunci gelar juara dunia MotoGP 2021. Sebab hanya rider Italia itu yang menjadi lawan terdekat El Diablo.

Valentino Rossi, pebalap veteran yang posisinya tergusur Quartararo saat berseragam pabrikan mengucapkan selamat kepada rider asal Prancis tersebut. Menurutnya El Diablo pantas menyandang gelar MotoGP 2021.

"Quartararo benar-benar pantas mendapatkan gelar juara, dia balapan dengan sangat baik di sepanjang musim. Dia selalu sangat cepat, dia berhasil mencapai hasil bahkan di sirkuit yang tidak favorit bagi Yamaha," kata Rossi soal kemenangan Quartararo seperti dikutip L'Equipe, Senin (25/10/2021).

Di sisi lain Rossi juga sempat marah dengan Pecco Bagnaia, terutama soal pemilihan ban. Andai saja Bagnaia bisa memenangkan balap, tidak menutup kemungkinan rider Italia tersebut berkesempatan menjadi juara.

Ya, seperti diketahui Pecco Bagnaia dan Jack Miller sama-sama menggunakan kombinasi ban depan keras dan belakang medium.

"Saya sedikit marah dengan "Peco" (Bagnaia): jika dia membuat pilihan ban lain, dia bisa terus berharap untuk memenangkan gelar," jelas Rossi.

Rossi meyakini musim depan bakal lebih seru lagi. Bahkan Quartararo akan mendapat persaingan dari rekan setimnya, Franco Morbidelli. Di sisi lain Rossi juga angkat bicara terkait keputusan Yamaha mendepaknya dari tim pabrikan, dan memilih Quartararo.

"Quartararo dapat membuka siklus (memenangkan banyak gelar), tetapi dengan Morbidelli sebagai rekan setim, mereka akan saling mendorong. Mereka adalah dua pembalap yang sangat kuat, akan ada pekerjaan untuk mengelola semua ini," kata Rossi.

"Keputusan untuk menunjuk Quartararo (menggantikan Rossi di tim pabrikan Yamaha) adalah keputusan yang tepat. Keputusan yang salah adalah tidak lagi memiliki saya di tim untuk musim terakhir saya," kata Rossi seraya tertawa.

Valentino berhasil finis di MotoGP Emilia Romagna 2021. Sejumlah insiden crash dimulai dari Joan Mir dan Danilo Petrucci, lalu Jack Miller, Iker Lecouna, Jorge Martin, dan Francesco Bagnaia. Sedangkan Alex Marquez mesti menyudahi balapan lebih awal karena masalah teknis.

Kecelakaan itu memberi keuntungan bagi Valentino Rossi. Pebalap berusia 42 tahun itu akhirnya menyentuh garis finis di urutan kesepuluh, di belakang adik tirinya Luca Marini, dan di depan Brad Binder.

(riar/lua)