Bos Honda: Motor Ducati Bagus? Terakhir Juara 2007, Lho!

Ridwan Arifin - detikOto
Jumat, 15 Okt 2021 20:58 WIB
KUALA LUMPUR, MALAYSIA - JANUARY 27:  Alberto Puig of Spain and Repsol Honda Team speaks with journalists at Sepang Circuit on January 27, 2018 in Kuala Lumpur, Malaysia.  (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Alberto Puig Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images
Jakarta -

Manager Repsol Honda, Alberto Puig menyangsikan performa Ducati. Di sisi lain, dia juga menanggapi cara KTM merekrut pebalap muda.

Ducati memang tengah tampil oke di MotoGP 2021, setidaknya tiga pebalapnya masuk dalam jejeran 5 besar, seperti Francesco Bagnaia, Jack Miller, dan Johann Zarco. Bahkan, dua pebalap utamanya berhasil mengoleksi 4 kemenangan.

Karier Bagnaia juga masih panjang, pria kelahiran 14 Januari 1997 itu sudah mulai menunjukkan tajinya saat berseragam pabrikan Borgo Panigale. Jebolan akademi VR46 itu kini bertengger di posisi dua klasemen sementara MotoGP.

Sedangkan Jack Miller dan Jorge Martin juga pernah merasakan manisnya jadi pemenang di kelas utama MotoGP 2021. Sementara yang lain, seperti Enea Bastianini atau Johann Zarco berhasil mencatatkan putaran waktu lebih cepat, belum lagi delapan pole position yang diraih Desmosedici musim ini dengan tiga pebalap berbeda.

Torehan di atas menjadi saksi kalau Ducati merupakan motor tangguh di MotoGP 2021. Tapi bagi Manager Repsol Honda, Alberto Puig, tangguh atau tidaknya motor dilihat dari gelar juara.

"Ducati punya motor yang semua orang katakan fantastis, tapi Kejuaraan Dunia terakhir dimenangkan oleh Stoner sejak lama (2007)," kata Alberto Puig seperti dikutip Corsedimoto, Jumat (15/10/2021).

Well, di sisi lain Repsol Honda saat ini menjalani salah satu musim yang paling sulit, dengan hanya dua kemenangan dan serangkaian hasil buruk yang menyulitkan tim sayap emas. Sejak tahun 2013 sejak kedatangan Marc Márquez, HRC tidak memasukkan talenta muda ke dalam jajarannya untuk membantu mereka berkembang dan memikirkan masa depan jangka panjang seperti halnya dengan Ducati.

Mungkin memiliki salah satu pembalap terbaik dalam sejarah telah menyebabkan pasar muda diabaikan?

"Tidak, benar-benar tidak. Saya pikir Honda, jika Anda melihat sejarah merek, selalu memiliki pebalap terbaik," kata Puig.

Sat ini KTM memiliki gudang pebalap berbakat dengan masa depan yang cerah, seperti Raúl Fernandez, Pedro Acosta atau Remy Gardner. Bahkan KTM dengan sigap mengamankan pebalap mudanya, Raul Fernandez yang dititipkan di tim Satelit mereka, Tech3.

"Menurut saya, mereka masih muda untuk benar-benar melihat seberapa jauh mereka bisa melangkah," kata Puig.

Lewat metode pembibitan yang dilakukan KTM, disinyalir pabrikan asal Austria ini masih menjadi penghasil penghasil pembalap berbakat untuk pasar MotoGP dalam beberapa tahun ke depan. Meski, motor mereka belum tentu diminati banyak pebalap top MotoGP. Sebut saja beberapa jebolan Red Bull MotoGP Rookies Cup, seperti Johann Zarco, Jorge Martin, Miguel Oliveira, Brad Binder, Savadori, Enea Bastianini, dan Joan Mir. Hanya dua nama yang kini masih berseragam KTM.

"Jika seorang pebalap bagus dan berkembang, terserah dia untuk memutuskan di mana dia ingin berkompetisi. Saat ini memang benar kebijakan yang diusung KTM sangat layak. Mereka memiliki kejuaraan promosi dan banyak pembalap bagus keluar dari sana. KTM mengambil keuntungan dari mereka dan menempatkan mereka di tim mereka. Tetapi Anda tidak harus melakukan hal-hal sebelumnya, Anda harus melihat siapa yang menang dan berapa kali mereka menang," jelas Puig.



Simak Video "Masalah Drainase Disinggung Rider WSBK, Mandalika Berbenah Buat MotoGP"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)