'Ribut-ribut Rossi vs Marquez Tahun 2015 adalah Racun Buat MotoGP'

Ridwan Arifin - detikOto
Kamis, 07 Okt 2021 19:25 WIB
KUALA LUMPUR, MALAYSIA - OCTOBER 25:  Marc Marquez of Spain and Repsol Honda Team leads Valentino Rossi of Italy and Movistar Yamaha MotoGP during the MotoGP race during the MotoGP Of Malaysia at Sepang Circuit on October 25, 2015 in Kuala Lumpur, Malaysia.  (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Marc Marquez vs Valentino Rossi MotoGP 2015 Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images
Jakarta -

Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis membagikan kenangan saat bekerjasama dengan Valentino Rossi, jelang masa pensiun the Doctor di akhir musim 2021. Satu momen yang tak terlupakan bagi Jarvis ialah perseteruan antara Jorge Lorenzo, Valentino Rossi, dan Marc Marquez enam tahun silam.

Flashback ke belakang, ketegangan antara Valentino Rossi dan Marc Marquez terjadi di akhir musim 2015. Perselisihan di antara dua pebalap itu dipicu oleh Rossi yang menuduh pebalap Honda Repsol itu membantu Jorge Lorenzo, rekan setim sekaligus rivalnya dalam perebutan gelar juara dunia dalam balapan di Australia.

Konflik kedua pebalap mencapai puncaknya saat berlaga di Sepang, Malaysia. Marquez jatuh saat berduel sengit dengan pebalap Yamaha itu. Rossi pun dianggap bersalah karena menyebabkan pebalap lain terjatuh sehingga dijatuhi hukuman start paling belakang, yang mempengaruhi peluangnya meraih titel juara di Valencia, Spanyol.

Walhasil gelar juara jatuh kepada Jorge Lorenzo. Rossi harus tertunduk karena hanya selisih 5 poin untuk mendapatkan gelar.

Menurut Lin Jarvis, andai Rossi tak terpancing hingga menuduh Marc Marquez, bisa saja The Doctor mengoleksi gelar ke-10 nya.

"Saya percaya jika Valentino Rossi tidak menuduh Marc setelah balapan di Philip Island, mungkin dia (Rossi) akan menyabet gelar juara dunia," kata Lin Jarvis seperti dikutip La Gazzetta Della Sport, Kamis (7/10/2021).

Konsekuensinya, kata Jarvis, tidak hanya berimbas di dalam trek. Para pebalap jadi tidak akur, penggemar saling membela idolanya, bahkan menyebarkan kebencian di media sosial.

"Sejak itu, MotoGP juga menjadi sepak bola, para penggemar partisan ikut menghina para pebalap. Kejadian itu mengubah olahraga ini selamanya. Olahraga yang kita cintai jadi beracun," jelas Jarvis.

Bagi Jarvis musim 2015 merupakan tahun yang sempurna bagi Yamaha. Sebab pabrikan berlambang garpu tala ini Triple Crown MotoGP --gelar juara dunia pebalap, konstruktor, dan tim.

«Yamaha memenangkan sepanjang tahun, triple crown. Jorge dan Valentino menjadi yang pertama dan kedua di kejuaraan dunia, jadi tahun itu sangat menikmatinya," sambung Jarvis.



Simak Video "Masalah Drainase Disinggung Rider WSBK, Mandalika Berbenah Buat MotoGP"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)