Pahit.. Lin Jarvis Pernah Dibikin Kesal Rossi

Ridwan Arifin - detikOto
Kamis, 07 Okt 2021 12:04 WIB
JEREZ DE LA FRONTERA, SPAIN - MAY 03:  (L-R)   Marco Riva of Italy  and Movistar Yamaha MotoGP, Valentino Rossi of Italy and Movistar Yamaha MotoGP, Lin Jarvis of Britain and Yamaha Factory Team present the new Yamaha hospitality during the MotoGp of Spain - Previews at Circuito de Jerez on May 3, 2018 in Jerez de la Frontera, Spain.  (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Lin Jarvis dan Valentino Rossi Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis punya segudang kenangan bersama Valentino Rossi. Ada perasaan gembira hingga harus menelan pahit saat bekerjasama dengan Rossi.

Yamaha jadi pabrikan terawet yang disinggahi Rossi. Rider 42 tahun ini menghabiskan 16 musim bersama Yamaha, mulai dari tim pabrikan hingga di ujung karirnya bersama tim satelit, Petronas Yamaha.

Saat berseragam Yamaha, Rossi berhasil mengoleksi empat gelar juara dunia. Prestasi gemilang tersebut diraihnya pada musim 2004, 2005, 2008 dan 2009.

Lin Jarvis menceritakan momen paling bahagia saat bekerjasama dengan Valentino Rossi. Salah satunya saat The Doctor menerima pinangan Jarvis, setelah tampil ciamik bersama Honda.

"Valentino mengkonfirmasi bahwa dia akan bergabung dengan kami. Saya seperti, 'Apakah Anda serius? Betulkah? ' Tunggu, jika kita bisa memperbaiki ini dan itu dalam kontrak, apakah Anda akan datang ke Yamaha? Dan dia berkata 'Ya, itulah yang baru saja saya katakan!' Itu adalah momen yang tak terlupakan. Hal-hal menjadi sedikit lebih menantang, sedikit lebih rahasia dan berbahaya sejak saat itu," kata Jarvis seperti dikutip Motosan.es, Kamis (7/10/2021).

Bersama Yamaha YZR-M, The Doctor memenangi seri perdana MotoGP di sirkuit Welcome, Afrika Selatan. Ini jadi momen mendebarkan bagi Lin Jarvis.

"Kemenangan pertama Valentino bersama kami adalah momen paling mendebarkan dalam karir saya. Jantung saya terlonjak keluar dari dada saya, karena balapan sangat menegangkan dan taruhannya tinggi. Juga, Valentino melawan Biaggi, jadi tidak ada ruginya di sana. Ketika dia mendapatkan kemenangan itu adalah momen euforia," kata Jarvis.

"Banyak orang mengatakan ketika kami menandatangani kontrak dengan Valentino bahwa itu adalah risiko dan memang demikian. Semua orang di Yamaha tahu itu risiko atau mati. Ketika kami memenangkan balapan pertama, kami menyadari bahwa segala sesuatu mungkin terjadi. Momen ajaib berikutnya adalah dengan kemenangannya di Phillip Island, di mana ia memenangkan gelar juara dunia 2004," sambung dia.

"Ketika Valentino jatuh di Valencia, itu adalah momen putus asa baginya dan bagi kami, karena kami akan memenangkan kejuaraan, tetapi dia tidak melakukannya. Kemudian pada tahun 2007 kami ditendang oleh Ducati. Dia kemudian kembali pada tahun 2008 dan 2009 ketika dia memenangkan beberapa balapan yang paling epik mengalahkan Casey Stoner di Laguna Seca dan Jorge Lorenzo di Catalunya dan memenangkan kedua kejuaraan," sambungnya.

(Halaman selanjutnya: Rossi ultimatum Jarvis)