Start-Finis Paling Buncit di Atas Yamaha, Dovizioso: Aku di Sini Bukan Mau Habiskan Umur

Ridwan Arifin - detikOto
Rabu, 22 Sep 2021 22:06 WIB
Andrea Dovizioso resmi bergabung ke tim Petronas Yamaha dan comeback di MotoGP 2021, Kamis 16 September 2021.
Andrea Dovizioso bakal berumur 36 tahun musim depan Foto: dok. Petronas Yamaha
Jakarta -

Andrea Dovizioso bakal menjadi pebalap paling tua usai Valentino Rossi pensiun dari ajang MotoGP. Tampil belum maksimal saat laga perdana di MotoGP San Marino 2021, Dovizioso ogah disebut hanya menghabiskan umur di Yamaha.

Rider berumur 35 tahun ini belum tampil oke saat melakukan debutnya di Misano World Circuit Marco Simoncelli akhir pekan lalu. Dia start posisi buncit, juga mengakhiri balapan paling belakang.

Menariknya Dovizioso tidak mencemaskan masalah hal tersebut. Sebab eks rider pabrikan Ducati ini menggunakan YZR-M1 2019, selepas ditinggal Franco Morbidelli yang naik ke tim pabrikan.

Lebih dari itu, sisa musim MotoGP 2021 merupakan waktu yang ia manfaatkan untuk kembali beradaptasi dengan motor Yamaha. Sebab, dia sudah absen 10 bulan dari gelaran MotoGP, belum lagi dia lama tak bersentuhan dengan motor Yamaha sejak berpisah 2012 silam.

Memang Dovizioso tidak nganggur ketika memutuskan rehat usai berpisah dari Ducati. Dia didaulat jadi pebalap penguji Aprilia. Tapi fokus bagi Dovizioso saat ini ialah menemukan ritme balap. Apalagi dia absen berbulan-bulan tidak balapan bersama rider lain, tentu tekanannya berbeda ketimbang menjadi pebalap penguji Aprilia.

"Saya membayangkan tidak bisa mendapatkan hasil, tetapi ketakutan sebenarnya adalah tidak menemukan ritme. Sebaliknya di 11 lap terakhir saya tidak tampil buruk," ujar Dovizioso seperti dikutip Gazzetta, Rabu (22/9/2021).

"Selama akhir pekan ada dua aspek mendasar: pertama, menyesuaikan posisi (berkendara), dan dengan hanya 45 menit di setiap sesi Anda praktis tidak dapat melakukan apa-apa, dan berkeliling dengan yang lain, yang bagi saya terkejut. Tetapi pada hari kedua saya langsung lebih baik. Sungguh menakjubkan bagaimana kepala dan tubuh dapat beradaptasi. Satu malam sudah cukup untuk saya," sambung Dovizioso.

"Mereka adalah dua motor yang berlawanan. Di atas kertas, Yamaha bukan motor yang tepat untuk gaya saya, tetapi adaptasinya tergantung pada saya," tutur dia.Dovizioso mengaku gaya membalapnya saat ini tidak cocok dengan YZR-M1. Dia bahkan menyebut motor berkonfigurasi inline-4 ini lebih besar dan panjang dari Ducati Desmosedici ataupun Aprilia RS-GP.

"Salah satu alasan mengapa mereka mempekerjakan saya adalah karena, setelah mengendarai Ducati dan Aprilia, saya dapat memberikan banyak petunjuk (pengembangan motor, Red)," jelas Dovizioso.

Penampilan Dovizioso sebenarnya tidak buruk-buruk amat. Bersama Ducati, pebalap Italia itu mentok sebagai runner-up MotoGP yang dicapai tiga kali di 2017, 2018, dan 2019.

Dia pun tak perduli dengan omongan tentang kembali ke MotoGP dengan usia yang sudah di atas kepala tiga. Di sisi lain, Dovi juga merasa para pebalap MotoGP lain tak ada yang segan padanya, tapi baginya tak masalah.

"Menurut saya, mereka tidak takut. Saya tak peduli, terserah orang mau pikir apa. Tapi saya percaya apa yang saya lakukan. Saya di sini untuk balapan," tegas Dovi.

"Jika saya menerima tantangan ini artinya, saya tidak menghabiskan umur tua saya di Yamaha. Balapan ini lebih banyak resikonya daripada keuntungan, tapi saya mau mencobanya," imbuh Dovizioso.



Simak Video "Bukan Pertamax atau Premium, Ini Bensin yang Dipakai Motor MotoGP"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)