Pertaruhan Mahal Brad Binder Pertahankan Ban Slick di Trek Basah

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Senin, 16 Agu 2021 08:17 WIB
SPIELBERG, AUSTRIA - AUGUST 14: Brad Binder of South Africa and Red Bull KTM Factory Racing heads down a straight during the MotoGP of Austria - Qualifying  at Red Bull Ring on August 14, 2021 in Spielberg, Austria. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Brad Binder pakai ban slick di lintasan basah. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

MotoGP Austria 2021 semalam berlangsung penuh drama, terutama di lap-lap akhir. Hujan yang mengguyur menjelang akhir balapan membuat beberapa pebalap 'berjudi' mengganti motor dengan ban basah atau tetap mempertahankan ban slick untuk lintasan kering. Keputusan itulah yang membuat beberapa pebalap naik podium.

MotoGP Austria 2021 dimenangkan oleh Brad Binder dengan motor KTM. Binder mempertahankan ban slick meski hujan semakin deras. Di posisi kedua ada Francesco Bagnaia dari Ducati dan di tempat ketiga ada Jorge Martin.

Hujan yang semakin deras mengguyur Sirkuit Red Bull Ring saat balapan menyisakan tujuh lap dari total 28 lap. Hujan yang turun membuat jarak antarpebalap di grup depan yang saat itu dipimpin oleh Marc Marquez, Francesco Bagnaia, Fabio Quartararo, Jorge Martin, Joan Mir dan Binder lebih rapat.

Pada lap 25, semua pebalap di grup depan itu, kecuali Binder, mengganti motornya ke setingan ban basah. Sementara Binder tetap melanjutkan balapan dengan ban slick. Ini merupakan keputusan mahal Brad Binder mempertahankan ban slick di tengah trek basah. Kalau dia tidak hati-hati, balapan dengan ban slick di lintasan basah akan membuatnya terjatuh. Namun, Binder bisa bertahan di sisa balapan dengan ban slick di lintasan basah dan menjaga jarak lebih dari 12 detik, meski ia terkena penalti tiga detik karena melewati track limit.

Binder mengakui dia mengira balapannya tidak bisa sampai finis. Dia mengaku tidak bisa mengerem motornya yang menggunakan ban slick di lintasan basah. Menurutnya, tetap menggunakan ban slick di lintasan basah sampai finis hampir tidak mungkin.

"Bagi saya, tidak banyak yang bisa dikatakan, itu adalah bencana," kata Binder.

"Saya melihat plus sembilan di papan saya (yang berarti jarak dengan pebalap di belakangnya sekitar 9 detik), jadi saya tahu itu kurang lebih 10 detik (jarak dengan pebalap di belakangnya), tapi (tidak tahu) seseorang (pebalap di belakangnya menggunakan ban) basah atau slick. Karena jika itu adalah seseorang (pebalap dengan ban) yang basah, mereka akan menyalip saya, seseorang (pebalap dengan ban) slicks mungkin tidak," sebutnya.

Binder hanya mencoba mempertahankan yang terbaik. Dia terus mencoba memastikan motornya mengerem, melewati tikungan dan langsung menanjak.

"Maksud saya, tetap di lintasan (basah dengan ban slick) pada lap terakhir hampir tidak mungkin. Sebenarnya saya pikir itu selesai beberapa kali, karena di tikungan 3 saya tidak melambat, dan satu-satunya yang bekerja sedikit adalah rem belakang saya," kata Binder.

"Saya sedang menunggu pebalap lain untuk menyalip saya, tapi perasaan ketika saya melihat bendera (finis) itu adalah perasaan lega karena sudah berakhir dan di sisi lain saya tidak percaya kami menang hari ini."

Dia mencatat, taruhannya untuk mempertahankan ban slick dalam situasi hujan adalah keputusan di menit-menit terakhir. Dia memang memprediksi pebalap lain di depannya akan mengganti motor ke ban basah.

"Ketika saya melihat hujan mulai turun, saya mendekat ke grup depan dan tinggal empat lap lagi dan saya bisa melihat pebalap lain bersiap untuk masuk, karena saya melihat Marc melihat ke belakangnya. Saya tidak bisa memutuskan apakah saya ikut masuk (ke pitlane) atau tidak. Dan saya memutuskan pada menit terakhir ketika saya melihat seluruh grup masuk ke pitlane," ujarnya.

Lap-lap awal balapan di trek basah dengan ban slick tidak masalah. Tapi kemudian, Binder mengakui mendapat masalah pada bagian rem dan ban.

"Saya melewati kurang lebih dua lap dengan baik. Lap terakhir, rem benar-benar dingin begitu juga ban. Jadi, saya tidak bisa melambat. Jadi setiap kali saya harus mengerem, saya benar-benar ingin berguling karena tidak peduli seberapa keras saya menarik tuas (rem), tidak ada yang terjadi. Saya benar-benar berjuang untuk tetap di trek. Tapi terkadang Anda harus bertaruh dan hari ini berhasil," ucap Brad Binder.



Simak Video "Bukan Pertamax atau Premium, Ini Bensin yang Dipakai Motor MotoGP"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)