Lorenzo Nilai Vinales Pergi dari Yamaha Karena Tekanan Quartararo

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Senin, 19 Jul 2021 13:16 WIB
ASSEN, NETHERLANDS - JUNE 27:  Maverick Vinales of Spain and Monster Energy Yamaha MotoGP Team smiles and celebrates the second place under the podium during the MotoGP race during the MotoGP of Netherlands - Race at TT Circuit Assen on June 27, 2021 in Assen, Netherlands. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Maverick Vinales. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Maverick Vinales sudah resmi berpisah dengan Yamaha di akhir musim ini. Jorge Lorenzo pun punya pendapat sendiri mengapa Vinales bisa pergi dari pabrikan asal Jepang tersebut.

Setelah balapan MotoGP Belanda pada Juni lalu, Vinales resmi memutus kontrak dengan Yamaha Monster Energy di akhir musim MotoGP 2021. Padahal kontraknya sendiri akan usai di 2022, namun Vinales lebih memilih untuk segera mengakhirinya.

Melihat keputusan yang dibuat oleh Vinales, Jorge Lorenzo menilai ada sejumlah faktor yang menyebabkan ia mengambil langkah tersebut. Lorenzo menilai, Top Gun mengalami kesulitan di musim ini ketika harus bersaing dengan rekan satu timnya, Fabio Quartararo.

"Maverick (Vinales) memberikan segalanya untuk menang bersama Yamaha, tetapi untuk beberapa alasan dia tidak bisa melakukannya," kata Lorenzo dilansir dari GP One.

"Tentu saja memiliki rekan satu tim seperti (Fabio) Quartararo, yang sering berada di depannya, dari sudut pandang psikologis itu tidak mudah dan saya pikir itu sangat membebaninya," ujarnya.

Memang sejauh ini, performa Quartararo sangat meyakinkan ketimbang Vinales. Selama sembilan seri yang sudah digelar, Quartararo sudah meraih podium sebanyak enam kali dan empat di antaranya finis di posisi pertama.

Sementara Vinales baru dua kali naik podium di musim ini. Rider asal Spanyol itu sempat tampil meyakinkan dengan berhasil finis di posisi pertama pada MotoGP Qatar. Namun setelahnya, performa Top Gun tidak konsisten bahkan sulit bersaing di tiga besar.

Lorenzo juga menilai Vinales kemungkinan besar akan mencoba tantangan baru dengan tim yang berbeda. Meski saat ini, Vinales masih belum menentukan masa depannya dan beberapa kali dikaitkan dengan Aprilia hingga tim balap milik Valentino Rossi, Aramco Racing VR46.

"Dia pasti berpikir dia adalah pebalap yang mampu memenangkan kejuaraan dan dia telah mencoba selama bertahun-tahun dengan Yamaha," jelas Por Fuera.

"Dia gagal karena suatu alasan dan sekarang dia ingin mencoba jalan yang lain dan itu adalah hal yang tepat. Saya juga telah melakukan ini di masa lalu dan saya berharap yang terbaik untuknya," pungkasnya.

Setelah seri kesembilan yang berlangsung di MotoGP Belanda Juni lalu, Fabio Quartararo masih memimpin klasemen sementara dengan raihan 156 poin. Sementara rekan satu timnya, Maverick Vinales berada di urutan kelima dengan torehan 95 poin.

Ajang MotoGP sendiri tengah memasuki jeda libur musim panas. Balapan akan dimulai lagi pada Agustus mendatang dan memasuki seri ke-10 yang digelar dalam ajang MotoGP Styrian.



Simak Video "Bukan Pertamax atau Premium, Ini Bensin yang Dipakai Motor MotoGP"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)