Maverick Vinales Blak-blakan soal Perpisahan dengan Yamaha

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Jumat, 16 Jul 2021 17:34 WIB
Yamaha rider Maverick Vinales of Spain waves after the MotoGP race at the Dutch Grand Prix in Assen, northern Netherlands, Sunday, June 27, 2021. (AP Photo/Peter Dejong)
Maverick Vinales bercerita panjang soal perpisahannya dengan Yamaha (AP/Peter Dejong)
Jakarta -

Maverick Vinales telah resmi mengakhiri kerja sama dengan tim Yamaha Monster Energy MotoGP di akhir musim. Banyak kabar tak sedap beredar terkait perpisahannya dengan Yamaha. Apa yang sebenarnya terjadi?

Vinales sendiri sejatinya masih terikat kontrak dengan Yamaha Monster Energy sampai MotoGP 2022. Namun, Vinales dan Yamaha sepakat untuk mengakhiri kerja sama lebih cepat.

Rider asal Spanyol itu kabarnya pergi dari Yamaha karena tidak merasa bahagia dengan timnya sekarang. Vinales kabarnya tidak mendapat motor yang dia butuhkan.

Apalagi di saat bersamaan rekan setimnya, Fabio Quartararo, malah punya performa gemilang. Kondisi yang membuat Vinales agak tertekan. Dia mengaku sangat sulit membuat keputusan hengkang dari Yamaha, namun dia tetap tidak menyesal dengan langkah yang sudah diambil. Malah dia kini merasa 'terbebaskan' setelah memilih memutus kontrak.

"Saya tahu ini tidak akan mudah, tetapi secara mental rasanya saya terbebas dengan kepergian ini. Namun, itu bukan berarti bahwa saya tidak berterima kasih kepada Yamaha atas kesempatan yang diberikan," kata Vinales dikutip Visor Down.

"Saya akan selalu memberikan yang terbaik, saya ingin meraih kemenangan dengan cara apapun, lalu kita lihat hasilnya. Lalu bagaimana jika Yamaha tidak bisa mengikuti keinginan saya? Saya tidak tahu, saya tidak bisa menjawabnya, Anda harus menyerahkan pertanyaan itu kepada mereka. Saya hanya memberikan segalanya setiap kali menurunkan visor (turun membalap -red) ," ungkap pebalap bertujuk Top Gun itu.

Keputusan Vinales angkat kaki dari Yamaha disampaikan usai MotoGP Belanda. Padahal saat itu ia berhasil finis di peringkat kedua, namun menurutnya kinerja tim masih jauh dari yang diharapkan dan memiliki hawa negatif.

"Masalahnya adalah ini: fakta bahwa saya tahu ke mana saya bisa pergi, tetapi pada saat yang sama saya juga tahu bahwa saya tidak akan sampai di tujuan dengan motor dan tim ini. Saya harus menemukan jalan yang benar untuk sampai ke sana," jelas Vinales.

"Saya hanya perlu mempercayai tim dan bisa menerimanya, bagi saya itu sangat penting. Tahun ini kami membuat banyak kesalahan dan itu pasti mempengaruhi Anda, situasinya menjadi sangat sulit," tuturnya.

Soal rumor dirinya akan bergabung ke Aprilia di MotoGP 2022, Vinales belum bisa memberikan jawaban. Pebalap berusia 26 tahun ini ingin mengambil keputusan secara perlahan, selain itu dia juga ingin menikmati jeda musim panas dengan liburan.

"Tidak untuk saat ini, kita lihat nanti saja. Tapi saya ingin mengambilnya secara perlahan, menimbang keputusan dengan baik."

"Karena saat ini saya hanya ingin liburan dan menikmati musim panas. Saya sangat lelah untuk tahun ini dan sebelumnya," pungkasnya.

Maverick Vinales baru dua kali naik podium dalam sembilan balapan di MotoGP 2021, salah satunya juara di MotoGP Qatar. Dia sempat dapat hasil buruk dengan finis di posisi ke-19 di MotoGP Jerman.

Saat ini Vinales duduk di peringkat enam klasemen sementara MotoGP dengan torehan 95 poin, terpaut 5 poin dari pebalap terdekatnya yaitu Jack Miller di posisi kelima.



Simak Video "Bukan Pertamax atau Premium, Ini Bensin yang Dipakai Motor MotoGP"
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)