Motor Joan Mir Melempem Gegara Ditinggal Davide Brivio?

Ridwan Arifin - detikOto
Jumat, 02 Jul 2021 11:57 WIB
ASSEN, NETHERLANDS - JUNE 27:  Joan Mir of Spain and Team Suzuki ECSTAR greets the fans and  celebrates the third place during the MotoGP race during the MotoGP of Netherlands - Race at TT Circuit Assen on June 27, 2021 in Assen, Netherlands. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Joan Mir Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Joan Mir memang berstatus juara dunia MotoGP 2020. Namun rapornya di paruh musim 2021 masih buruk karena dia belum memenangi balapan sekalipun. Apakah ini lantaran Suzuki ditinggal Davide Brivio?

Seperti diketahui manajer Team Suzuki Ecstar, Davide Brivio musim lalu sukses menemani Joan Mir dan Suzuki GSX-RR menjadi kampiun MotoGP. Namun secara mengejutkan ia memilih keluar dan menyeberang ke ajang Formula 1 bersama Alpine-Renault. Padahal ia berperan penting dalam membangun tim Suzuki.

Hingga saat ini terjadi kekosongan manajer Team Suzuki Ecstar. Tugas Brivio sebelumnya dibagi-bagi, seperti diemban olah manajer proyek Shinichi Sahara dan direktur teknis Ken Kawauchi.

"Kepergiannya yang tiba-tiba memaksa kami untuk beradaptasi dan mengevaluasi kembali bagaimana kami harus bekerja. Itu membantu kami untuk mendapatkan yang terbaik dari diri kami sendiri," ujar Sahara seperti dikutip dari Motorsport-Total, Jumat (2/7/2021).

"Tentu saja itu berarti lebih banyak pekerjaan buat saya, tetapi pada saat yang sama saya lebih hadir di arena pacuan kuda. Ini berarti saya memiliki kontak yang lebih dekat dengan semua anggota tim dan melihat banyak hal dengan mata kepala sendiri yang hanya dilaporkan kepada saya. sebelumnya," tambah Sahara.

Sahara mengatakan jika Suzuki belum mengambil keputusan apakah bakal mencari sosok Davide Brivio musim depan.

"Jika Anda mengubah sesuatu secara teknis, Anda dapat langsung melihat apakah motornya lebih baik atau lebih buruk. Jika Anda mengubah manajemen, itu cerita yang sama sekali berbeda," tutur dia.

"Butuh lebih banyak waktu untuk melihat efeknya. Saya akan menggunakan liburan musim panas dan menganalisis paruh pertama musim. Ada beberapa opsi. Jeda akan memberi saya kesempatan untuk mengevaluasi apakah kami perlu mengubah apa pun untuk musim depan," sambungnya.

Joan Mir jadi juara musim lalu setelah hanya memenangi satu balapan, yakni di Valencia dan tujuh kali podium. Mir finis teratas dengan 171 poin, unggul 13 angka dari Franco Morbidelli di posisi kedua.

Sementara pada paruh musim MotoGP 2021, Joan Mir belum meraih juara satu kalipun. Dari sembilan seri yang digelar, dia baru mengoleksi 101 poin dengan tiga kali podium. Selisih 55 poin dari pemuncak klasemen sementara, Fabio Quartararo.

Namun pebalap asal Spanyol meyakini hasil yang diraihnya saat ini bukan karena ditinggal Davide Brivio.

"Saya puas dengan keadaan sekarang. Saya percaya Sahara. Jika dia mengatakan bahwa kami tidak memerlukan perubahan dalam manajemen, maka kami akan mempercayainya," ujar Joan Mir.

"Fakta bahwa kami tidak memiliki paket kompetitif seperti itu bukan karena kepergian Davide. Itu memiliki latar belakang yang sama sekali berbeda," sambung Mir.



Simak Video "Kata Joan Mir dan Quartararo Saat Rossi Pensiun dari MotoGP"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)