ADVERTISEMENT

Mirip VAR, Aturan Track Limit di MotoGP Kian Kontroversial

Muhammad Hafizh Gemilang - detikOto
Selasa, 01 Jun 2021 07:21 WIB
JEREZ DE LA FRONTERA, SPAIN - MAY 02: Maverick Vinales of Spain and Monster Energy Yamaha MotoGP Team     leads the field during the MotoGP race during the MotoGP of Spain - Race at Circuito de Jerez on May 02, 2021 in Jerez de la Frontera, Spain. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Area hijau di sirkuit sebagai track limit. Jika melewati area hijau itu, pebalap akan diberikan peringatan sampai diberi penalti. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Pada gelaran MotoGP Italia di Mugello (30/05/21) akhir pekan kemarin, aturan track limit terpaksa membuat Miguel Oliveira dan Joan Mir harus 'diturunkan' posisinya.

Walaupun posisinya diturunkan karena kena penalti track limit, Oliveira tetap naik ke podium dua dan Mir podium ketiga sama seperti saat melewati garis finis.

Penalti ini diberikan oleh race director karena kedua pebalap ini tertangkap menyentuh track limit atau area hijau di samping trek saat mencoba mempertahankan posisi di tikungan kelima lap ke-23.

Aturan track limit ini menjadi lebih serius di tahun 2021 ini. Pasalnya, MotoGP di tahun ini memasang pressure sensor. Pemasangan sensor ini mirip dengan teknologi VAR (video assistant referee) di pertandingan sepakbola atau tenis.

Mike Webb selaku race director MotoGP mengatakan bahwa aturan mengenai track limit ini tetaplah sama dengan apa yang telah dilakukan sejak lama. Namun adanya sensor yang dipasangkan di sirkuit ini tentu membuat race director lebih mudah dalam mengambil keputusan.

"Perbedaannya sekarang bagi para pebalap adalah, ketika satu ban keluar (menyentuh track limit) berarti dia keluar. Dulu harus dua roda yang mengenai area hijau, sekarang tidak ada lagi penilaian seperti itu. Keluar berarti keluar. Sekarang lebih akurat dan berarti lebih adil," ujar Webb dilansir laman resmi MotoGP.

Dengan adanya sensor dan aturan yang ketat terkait track limit ini, pembalap yang menyentuh track limit sebanyak tiga kali akan diberi peringatan selama balap dan lima kali akan diberi penalti lap panjang atau long-lap penalty. Namun itu tentu dengan melihat situasi dan kondisi yang terjadi ketika balapan berlangsung.

"Jika dengan menyentuh track limit, pebalap mendapat keuntungan maka dia akan terkena penalti. Namun dia terpaksa menyentuh track limit untuk menghindari crash atau karena situasi lain yang tidak menguntungkan, maka tidak akan dikenakan penalti," papar Webb.

Beda halnya dengan ketika sesi latihan bebas, kualifikasi atau pemanasan, pebalap yang kedapatan menyentuh track limit akan langsung dibatalkan lap time-nya.

Pembatalan lap time ini sempat terjadi pada gelaran GP Portugal tahun ini. Pada sesi kualifikasi, Maverick Vinales sempat berada di posisi pertama, namun karena terkena penalti track limit, pebalap tim pabrikan Yamaha ini harus puas start dari posisi ke-12.

Menurut Vinales pada akhirnya aturan tetaplah aturan dan menurutnya dia tidak bisa melakukan apa-apa. "Saya memeriksanya, saya tidak mengerti karena sebagian besar ban ada di dalam dan Anda tidak bisa mengerti jika ban menyentuh area hijau," papar Vinales dikutip dari Crash.

Senada dengan Vinales di Portugal, Oliveria di GP Italia kemarin juga bereaksi yang sama. "Apa yang bisa saya katakan? Aturan adalah aturan dan saya memaksa (untuk bertarung) sangat keras pada lap terakhir untuk menahan pebalap di belakang saya. Saya tidak berpikir akan mendapat keuntungan dari menyentuh track limit ini," ujar Oliveira dikutip dari Motorsport.

Oliveira juga mengungkapkan bahwa seharusnya ketika pebalap menyentuh area track limit tentu akan terasa bergelombang. "Kita akan bicarakan ini kepada safety commision," tutup Oliveira.



Simak Video "Repsol Honda: Segalanya Berubah Sejak MotoGP Mandalika"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT