Agostini Sedih Lihat Kondisi Rossi, Penampilan Jeblok tapi Belum Mau Pensiun

Ridwan Arifin - detikOto
Jumat, 07 Mei 2021 11:22 WIB
JEREZ DE LA FRONTERA, SPAIN - MAY 02: Valentino Rossi of Italy and Petronas Yamaha SRT  prepares to start on the grid during the MotoGP race during the MotoGP of Spain - Race at Circuito de Jerez on May 02, 2021 in Jerez de la Frontera, Spain. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Valentino Rossi (Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Legenda MotoGP Giacomo Agostini prihatin melihat performa Valentino Rossi yang tak kunjung kompetitif di MotoGP 2021. Pebalap kelahiran Brescia 16 Juni 1942 itu tak bisa berbuat banyak bagi The Doctor, bahkan untuk menyarankan pensiun dia tidak berani.

Valentino Rossi terpuruk dalam empat balapan pertama MotoGP 2021. Pebalap Petronas Yamaha SRT itu kini bertengger di posisi 21 klasemen sementara dengan torehan 4 poin, selisih 62 poin dari pemimpin, Pecco Bagnaia.

"Saya tidak suka melihatnya seperti ini, karena Valentino telah menjadi pertunjukan selama bertahun-tahun. Semua orang mengagumi Valentino karena dia memberi kegembiraan," ujar Agostini seperti dikutip dari Diario AS, Jumat (7/5/2021).

Agostini bilang kini banyak dari penggemarnya mendukung Rossi. Tapi dia pernah mendengar pendapat fans yang meminta dia menasihatii Rossi untuk pensiun saja.

"Saya sedang makan malam di Italia baru-baru ini dan juru masaknya adalah pengagum saya yang berusia 70 tahun. Dia mengatakan kepada saya bahwa dia adalah penggemar saya, tetapi sekarang dia jatuh cinta dengan Valentino Rossi, itu bagus, karena dia telah menang banyak," cerita Agostini.

Dia pun merasa tidak berhak untuk menyarankan Rossi segera pensiun. Sebab keputusan untuk mengakhiri karir yang membesarkan namanya tersebut bukan perkara mudah.

"Dan dia berkata: 'Giacomo, mengapa Anda tidak memberi tahu Valentino untuk pensiun?' Beberapa meminta saya untuk memberitahu Rossi untuk mundur, tapi saya tidak bisa melakukan itu. Saya sedih melihat Valentino tanpa kemenangan, tapi saya tidak bisa memberitahunya karena ini masalah pribadi. Saya menghormati dia dan saya tidak ingin menjadi guru, profesor atau ayah. Ayah Valentino mengatakan dia harus menjalankan tiga atau empat tahun lagi, tapi saya bukan ayah dan saya tidak mengatakan apa-apa," ungkap dia.

"Saya menangis selama tiga hari ketika saya memutuskan untuk pensiun. Dia tahu dia meninggalkan sesuatu yang tidak akan pernah dia miliki lagi. Sukacita yang diberikan oleh kemenangan kepada Anda, podium, publik yang mencintai Anda dan mencintai Anda, tidak ada yang memberi Anda. Anda bisa menjadi presiden Fiat atau apa pun, tetapi menjadi sangat penting, ini tidak sama dengan saat Anda memenangkan perlombaan yang Anda sukai, sepeda motor. Sangat sulit bagi setiap orang untuk mengatakan cukup," urai Agostini.



Simak Video "MotoGP Jerman: Marc Marquez Rajanya Sirkuit Sachsenring"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)