Yamaha yang Membaik Setelah Valentino Rossi Pergi

Tim Detikcom - detikOto
Kamis, 22 Apr 2021 19:23 WIB
MotoGP rider Fabio Quartararo of France steers his motorcycle during the Portuguese Motorcycle Grand Prix at the Algarve International circuit near Portimao, Portugal, Sunday, April 18, 2021. (AP Photo/Jose Breton)
Tiga kemenangan didapat Yamaha dari tiga balapan pertama MotoGP 2021, yang didapat setelah Valentino Rossi pergi (AP/Jose Breton)
Jakarta -

Tim Pabrikan Yamaha memulai era setelah kepergian Valentino Rossi dengan hasil sangat baik pada ajang MotoGP. Tiga balapan dilalui, tiga kemenangan berhasil diraih. Ada apa ini?

Maverik Vinales memberi satu kemenangan untuk Yamaha di awal musim ini. Sementara dua kemenangan lainnya datang dari Fabio Quartararo. Musim memang masih panjang, tapi sapu bersih kemenangan di tiga race awal adalah indikasi sangat baik buat Yamaha.

Kondisi ini paling tidak bertolak belakang dengan apa yang mereka alami di MotoGP 2020. Dianggap jadi kandidat juara karena ketiadaan Marc Marquez, Yamaha malah kocar-kacir.

Yamaha terlihat berhasil memecahkan masalah yang selama ini jadi mimpi buruk mereka, yang jika dirunut-runut dimulai pada 2016. Ketika itu MotoGP mulai memberlakukan penyeragaman ECU dan pergantian ban dari Bridgeston ke Michelin.

Sejak musim itu Yamaha seperti menghadapi hantu yang sulit dikalahkan. Ban belakang mereka selalu dapat tekanan berlebih, selain itu akselerasi M1 juga tak bisa diandalkan.

DOHA, QATAR - MARCH 28:  Maverick Vinales of Spain and Monster Energy Yamaha MotoGP Team  heads down a straight during the MotoGP race during the MotoGP of Qatar - Race at Losail Circuit on March 28, 2021 in Doha, Qatar. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)Maverik Vinales memberi Yamaha kemenangan di awal musim saat menjuarai MotoGP Qatar (Getty Images/Mirco Lazzari gp)

Di awal musim 2021 ini, saat pembekuan mesin dilakukan, Yamaha justru menunjukkan hasil memuaskan. Dikutip dari Corsedimoto, Yamaha sepertinya berhasil memfokuskan pramusim mereka dengan merancang ulang sasis. Sejauh ini kerja keras tersebut terlihat membuahkan hasil.

Yamaha belum bisa dikatakan sebagai motor terbaik di atas lintasan saat ini. Bagaimana Vinales start di posisi 12 dan kemudian sempat merosot ke urutan 21 pada MotoGP Portugal menunjukkan itu. Pun begitu dengan Quartararo yang sempat merosot dari pole position ke urutan enam.

Tapi, sekali lagi, tiga kemenangan di dua sirkuit berbeda adalah bekal baik buat pabrikan berlogo garpu tala itu.

Entah ada kaitannya atau tidak, namun kemajuan pesat yang didapat Yamaha ini terjadi pada musim pertama mereka ditinggal Valentino Rossi. The Doctor, di sisi lain, masih kepayahan mengoptimalkan motor Yamaha bersama Petronas SRT. Rossi masih diselimuti masalah yang sama, seputar keausan dan daya cengkram ban belakangnya.

Dua seri berikutnya yang dilangsungkan di Jerez dan Le Mans akan menjadi pembuktian untuk Yamaha kalau mereka sudah benar-benar menjadi tim yang kompetitif. Dan bahkan jadi kandidat juara.

Seperti disebut di atas, pada musim pertama sepeninggal Rossi, Yamah justru meraih hasil terbaik dalam 11 tahun terakhir. Tiga kemenangan di tiga balapan pertama mengulang sukses Yamaha di musim 2010.

Saat itu berturut-turut Rossi (1x) dan Jorge Lorenzo (2x) memenangi tiga race pembuka musim. Di akhir tahun, Lorenzo jadi juara dunia. Yang kemudian dilengkapi dengan gelar juara dunia konstruktor.

Bagaimana di MotoGP 2021 ini?



Simak Video "Menyulap Nmax yang 'Gemuk' Jadi Langsing"
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)