Johann Zarco, Raja 'Crash' yang Kini Pimpin Klasemen MotoGP 2021

Ridwan Arifin - detikOto
Senin, 12 Apr 2021 18:34 WIB
Insiden Johann Zarco dengan Andrea Dovizioso di MotoGP Catalunya 2020. (AP Photo/Joan Monfort)
Johann Zarco Foto: AP/Joan Monfort
Jakarta -

Tak ada yang menyangka jika Johann Zarco yang musim lalu didapuk sebagai raja 'crash' kini menjelma jadi kandidat juara MotoGP 2021. Dua hasil balap di sirkuti Losail, Qatar ini jadi penebusannya selama berseragam Ducati dan KTM?

Musim 2020, Johann Zarco berseragam Ducati Reale Avintia, ia jadi petahana sebagai rider di kelas MotoGP yang paling sering terjatuh, rider berusia 29 tahun itu tercatat 15 kali jatuh-bangun bersama motor Desmosedici GP 19. Terparah, Johann Zarco menderita patah tulang setelah mengalami kecelakaan mengerikan di MotoGP Austria.

Tak berbeda dari tahun 2019, saat berseragam Red Bull KTM, Johann Zarco juga memuncaki daftar tersebut dengan torehan 17 kali terjatuh dari motor.

Kini bersama Pramac Ducati, dia memimpin kejuaraan dunia MotoGP 2021 setelah sepasang runner-up finis di putaran pembukaan Qatar. Pebalap asal Prancis itu pun tak menyangka jadi rider terbaik Ducati sejauh ini.

"Saya tidak menyangka bisa memimpin kejuaraan ketika saya datang ke sini 35 hari lalu untuk mulai menguji dan mempelajari Ducati," kata Zarco seperti dikutip Crash, Minggu (11/4/2021).

"Saya masih memiliki banyak hal untuk dikendalikan dengan lebih baik, untuk merasa lebih nyaman dan memiliki lebih banyak pilihan selama balapan. Jadi jika saya masih bisa tumbuh dengan cara itu dan menggunakan potensi penuh dari Ducati, maka saya juga dapat menikmati diri saya sendiri di trek lain," tutur Zarco.

Tarik garis ke belakang, Zarco bahkan sempat menyerah lebih awal saat berseragam KTM pada 2019. Kontraknya sejatinya berjalan sampai 2020, tapi hasil-hasil buruk tak memuaskan untuk kedua belah pihak.

NORTHAMPTON, ENGLAND - AUGUST 23:  Johann Zarco of France and Red Bull KTM Factory Racing looks on in box  during the MotoGp Of Great Britain - Free Practice at Silverstone Circuit on August 23, 2019 in Northampton, England. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)Johann Zarco di KTM Foto: Mirco Lazzari gp / Getty Images

Zarco dan KTM pisah jalan di akhir musim 2019. Padahal ia baru gabung dari Monster Tech3 Yamaha pada selepas musim 2018 lalu berakhir.

KTM mengungkapkan bahwa ketidakmampuan Zarco beradaptasi dengan motor jadi salah satu alasan yang melatari keputusan ini. Padahal masih tersisa enam balapan lagi.

Setelah itu, ia malah sempat diisukan tertarik menjadi pebalap penguji usai berpisah dari KTM. Zarco juga digadang-gadang akan menggantikan Jorge Lorenzo yang memutuskan pensiun.

Pun akhirnya Repsol Honda memutuskan untuk memakai jasa juara dunia Moto2 Alex Marquez, sampai akhirnya Zarco menerima pinangan Avintia pasca keluarnya Karel Abraham.

ASSEN, NETHERLANDS - JULY 01:  Johann Zarco of France and Monster Yamaha Tech 3 leads Cal Crutchlow of Great Britain and LCR Honda  during the MotoGp race during the MotoGP Netherlands - Race on July 1, 2018 in Assen, Netherlands.  (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)Johann Zarco di LCR Honda Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images

Meski demikian, asanya untuk dapat kembali bersaing di lintasan belum padam.

Sempat terkatung-katung, Johann Zarco pun menggantikan posisi Takaaki Nakagami yang saat itu mengalami cedera bahu di tim LCR Honda. Ia turun di tiga balapan terakhir MotoGP 2019.

VALENCIA, SPAIN - NOVEMBER 06: Johann Zarco of France and Reale Avintia Racing rounds the bend during the free practice for the MotoGP of Europe at Comunitat Valenciana Ricardo Tormo Circuit on November 06, 2020 in Valencia, Spain. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)Johann Zarco di Reale Avintia Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp

Diselamatkan Ducati

Bergabung ke Avintia menjadi salah satu momen bagi Zarco di sepanjang musim 2019. Dia akhirnya balapan penuh di MotoGP 2020. Pebalap Prancis itu resmi mengumumkan telah bergabung dengan Reale Avintia.

Zarco dikontrak dengan Avintia selama satu musim saja dan akan bertandem dengan Tito Rabat. Rider berusia 29 tahun tersebut akan mendapatkan dua insinyur di lintasan dan dua insinyur elektronik Ducati Corse untuk membantu dia melajukan motor Desmosedici GP19.

Yang lalu biarlah berlalu, begitu umpamanya kalau kata Johann Zarco. Kini bersama Pramac, tim satelit utama Ducati, yang dapat dukungan teknis langsung dari Borgo Panigale, Italia. Dua hasil awal seri MotoGP cukup membuatnya tersenyum sementara.

Ducati Johann Zarco Pecahkan Rekor Kecepatan, Tembus 362,4 Km/JamDucati Johann Zarco Pecahkan Rekor Kecepatan, Tembus 362,4 Km/Jam Foto: MotoGP.com



"Apa yang terjadi dua tahun lalu adalah bagian dari hidup," kata Zarco.

"Saya mengambil beberapa keputusan dan saya cukup senang sekarang karena saya kembali dengan orang-orang terbaik."

"Dua balapan pertama sangat menyenangkan dan itu perasaan yang menyenangkan. Jadi ini bukan waktunya untuk memikirkan penebusan atau semacamnya. Jalani saja waktu Anda dan sekaranglah momen ini bersama Pramac dan Ducati."

"Apa yang saya putuskan dua tahun lalu, sudah selesai. Saya tidak bisa mengatakan saya mengambil keputusan yang tepat atau tidak. Saya mengambil keputusan kemudian saya melakukan apa yang saya inginkan dan berkat Ducati saya di sini," jelas dia.

Johann Zarco memang masih memimpin klasemen MotoGP dengan 40 poin, unggul empat angka dari duo Yamaha. Balapan selanjutnya di Portimao, Portugal 18 April.



Simak Video "Bukan Pertamax atau Premium, Ini Bensin yang Dipakai Motor MotoGP"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lth)