7 Hal Penyelamat Pebalap MotoGP di Sirkuit

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 26 Jan 2021 15:40 WIB
Fabio Quartararo mengalami crash di MotoGP San Marino, Minggu (13/9/2020).
Pebalap MotoGP kerap kali mengalami kecelakaan. Untuk itu, perangkat keselamatan di sirkuit harus mendukung. Foto: Screenshot MotoGP
Jakarta -

Balapan MotoGP yang memacu motor dengan kecepatan hingga lebih dari 300 km/jam membutuhkan perangkat keselamatan yang terjamin. Perangkat keselamatan itu tidak hanya dipakai oleh pebalap, tapi juga tersedia di sirkuit.

Pebalap MotoGP memang dibekali dengan pelindung dalam baju balap, helm, sarung tangan hingga sepatu. Bahkan pada motornya juga ada perlengkapan keselamatan. Meski begitu, dikutip Box Repsol, di lintasannya sendiri terdapat fitur yang dapat menyelamatkan nyawa pebalap jika terjadi kecelakaan. Apa saja? Berikut 7 hal yang menjamin keselamatan pebalap MotoGP.

1. Stewards atau pengawas

Stewards atau pengawas merupakan perangkat yang menjamin keselamatan pebalap MotoGP. Mereka akan mengawasi untuk memastikan bahwa peraturan terpenuhi. Memperhatikan setiap bagian memungkinkan Stewards untuk selalu mengevaluasi apakah trek dalam kondisi yang aman untuk balapan. Jika tidak, Stewards akan menginformasikan kepada manajemen balapan. Stewards juga akan menggunakan bendera yang sesuai untuk menunjukkan kepada pebalap soal kondisi lintasan seperti masalah teknis atau diskualifikasi. Stewars pun jadi yang pertama membantu pebalap jika terjadi insiden.

2. Airfence

Airfence merupakan pagar pembatas yang berisi angin seperti balon udara, posisinya terletak di pinggiran sirkuit. Penghalang ini tidak ditempatkan di semua titik, paling sering terlihat di daerah run-off yang ketat, di mana peluang kecelakaan dengan jarak lebih pendek dan langsung. Airfence memiliki fungsi redam kejut bagi pebalap yang terlempar ke arahnya.

3. Kerikil/gravel

Mungkin Anda sering melihat jika pebalap MotoGP crash, pebalap tersebut akan terseret ke luar lintasan. Saat terseret itu terdapat batu-batu kerikil yang meredam kecepatan motor ketika jatuh.

Kerikil ini ditempatkan di area run-off pada belokan dan pada tikungan kecepatan tinggi. Ketika pebalap masuk ke areah gravel, biasanya akan jatuh karena kedalaman gravel itu sendiri.

4. Area run-off

Di beberapa tikungan atau bagian tertentu, ada area run-off aspal sebelum gravel. Ini adalah ruang yang relatif kecil jika dibandingkan dengan area gravel. Area ini cukup sempit dan warnanya berbeda memungkinkan pebalap yang sedikit keluar dari lintasan bisa kembali masuk ke lintasan.

5. Pemadam api

Pada balapan MotoGP, ada sejumlah besar item yang mudah terbakar. Risiko kebakaran adalah bahaya yang sangat nyata, dan alat pemadam kebakaran ditempatkan di sekitar lintasan untuk mengendalikannya. Mereka mudah dikenali dari tanda-tanda peringatannya dan selalu ada petugas yang siap bertindak jika perlu.

6. Tim medis

Ada beberapa tim yang mengawasi trek dari dekat yang akan bertindak jika terjadi kecelakaan. Pertama, adanya mobil medis yang mampu melayani pebalap di lintasan. Jika perlu, helikopter akan beraksi untuk membawa pebalap yang terluka.

Jika salah satu dari item medis ini tidak berfungsi, balapan tidak dapat dilanjutkan. Sempat terjadi pada babak klasifikasi di Motegi 2009, ketika helikopter tidak bisa terbang karena kabut dan balapan dibatalkan.

7. Bagian lain dari keamanan MotoGP

Selain pengawas/stewards yang mungkin lengah tidak bisa melihat karena suatu alasan, ada kamera keamanan yang melingkupi sekeliling lintasan. Selain itu, semua personel yang dekat dengan lintasan harus mengenakan rompi reflektif dengan warna terang. Hal ini memungkinkan petugas itu dikenali dari pekerjaannya, dokter dengan rompi putih misalnya. Terakhir, semua orang di lintasan harus memakai helm, termasuk para mekanik di Pit Lane.



Simak Video "Siap-siap! Akhir Pekan Ini 'Pemanasan' MotoGP 2021 Dimulai"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)