Marc Marquez Karma Gara-gara Bikin Rossi Gagal Juara Dunia

Ridwan Arifin - detikOto
Minggu, 17 Jan 2021 17:09 WIB
KUALA LUMPUR, MALAYSIA - OCTOBER 25:  Marc Marquez of Spain and Repsol Honda Team leads Valentino Rossi of Italy and Movistar Yamaha MotoGP during the MotoGP race during the MotoGP Of Malaysia at Sepang Circuit on October 25, 2015 in Kuala Lumpur, Malaysia.  (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Marquez vs Rossi. Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images
Jakarta -

Loris Reggiani, eks pebalap GP500 menyebut apa yang dialami Marc Marquez saat ini adalah karma yang dilakukannya pada 2015 silam. Reggiani kilas balik tentang perseteruan Valentino Rossi dan Marc Marquez.

Kala itu, Valentino Rossi berjuang meraih gelar juara dunia ke-10. Tapi menurut The Doctor, pebalap Spanyol itu bersekongkol dengan Jorge Lorenzo untuk menghentikannya jadi juara dunia.

"Pada tahun 2015, Marquez memutuskan bahwa Rossi tidak perlu memenangkan gelar dan ia telah membuatnya gagal. Pada tahun 2020, ia seharusnya memenangkan gelar dunia yang membuatnya punya catatan sama seperti Valentino. Tapi... karma..." tulis Reggiani dalam laman media sosialnya seperti dikutip Motosan.es, Minggu (17/1/2021).

Pada 2015 lalu, Marquez sebenarnya tidak benar-benar terlibat persaingan dengan Rossi. Dia sudah terlempar dari perlombaan menjadi juara dunia lantaran mengalami awal musim yang buruk. Adalah Jorge Lorenzo yang jadi lawan Rossi memperebutkan takhta juara dunia.

Kalau kemudian Marquez jadi 'orang ketiga' dalam duel Rossi dengan Lorenzo, itu setelah Marquez dituding membantu Lorenzo di MotoGP Australia. Rossi menyebut Marquez sudah 'bermain-main' dengan pebalap lain untuk membantu Lorenzo meraih gelar juara--meski di Phillip Island ketika itu Marquez yang menang.

Hanya dalam periode sepekan, relasi Marquez dan Rossi mencapai titik nadir. Di MotoGP Malaysia keduanya terlibat duel panas yang berujung dengan jatuhnya Marquez. The Doctor finis ketiga dalam race itu, tapi dia kena sanksi tiga poin penalti yang membuat dia harus start dari posisi paling belakang pada seri pamungkas di Valencia.

Meski start dari posisi paling belakang di Valencia, Rossi mampu melewati satu per satu pebalap di depannya dan akhirnya finis keempat. Akan tetapi, dia tak sanggup mengejar rombongan tiga pebalap terdepan, yaitu Lorenzo, Marquez, dan Dani Pedrosa.

Hasil di Valencia itu memusnahkan harapan Rossi untuk jadi juara dunia. Dia harus merelakan gelar jadi milik Lorenzo.

Kini Marquez cedera parah setelah mengalami crash di seri pertama MotoGP 2020 yang berlangsung di Sirkuit Jerez, Juli lalu. Dia berupaya langsung comeback di Andalusia, tapi akhirnya mundur di sesi latihan bebas akibat lengannya bengkak.

Pada prosesnya Marquez dua kali menjalani operasi untuk memulihkan kondisinya. Akibatnya, dia harus menepi lama untuk proses pemulihan dan tidak lagi menggeber motornya hingga seluruh balapan MotoGP 2020 berakhir.

Untuk musim 2021 belum jelas kapan Marquez akan mentas. Menurut Reggiani ini adalah suatu kebetulan, saat Marquez memiliki rekor menyamai gelar juara dunia malah cedera.

"Saya tidak ingin menyakiti siapa pun atau menyinggung siapa pun, saya pikir begini: di tahun yang sama ketika Márquez seharusnya memenangkan kejuaraan dunia kesembilan dan mencapai Valentino, dia cedera ... jadi itu kebetulan yang saya mengerti, tapi saya juga salah satu dari mereka yang percaya bahwa apa yang Anda lakukan, baik atau buruk, akan kembali kepada Anda," jelasnya.



Simak Video "MotoGP Teruel Masih Tanpa Rossi dan Marc Marquez"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)