Valentino Rossi Hancur di MotoGP 2020, Ini 5 Penyebabnya

Tim Detikcom - detikOto
Kamis, 24 Des 2020 18:15 WIB
LE MANS, FRANCE - OCTOBER 11: Valentino Rossi of Italy and Monster Energy Yamaha MotoGP Team with marshall staff after crashed out during the MotoGP of France on October 11, 2020 in Le Mans, France. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images
Jakarta -

Valentino Rossi menjalani musim terburuk sepanjang kariernya justru saat dia akan meninggalkan pabrikan Yamaha. Ada beberapa hal yang membuat The Doctor hancur-lebur di MotoGP 2020.

Capaian terbaik Rossi di MotoGP 2020 cuma sekali podium, yang dia raih saat berlaga di MotoGP Andalusia. Setelah itu nasib buruk lebih banyak mendatangi dia, termasuk nyaris tewas di Austria serta positif COVID-19.

Rossi cuma mengumpulkan 66 angka sepanjang 2020, yang membuat dia menuntaskan musim di urutan 15 klasemen. Tak pernah sebelumnya pebalap gaek asal Italia itu punya catatan seburuk ini. Bahkan saat membela Ducati, Rossi masih punya catatan lebih baik.

Ada beberapa hal yang menyebabkan Rossi jeblok di 2020, baik faktor dari dalam maupun dari luar. Dikutip dari The Race, ini 5 hal yang menghancurkan musim Rossi:

COVID-19

Tentu saja semua pebalap terpengaruh langsung pandemi COVID-19. Tapi Rossi bisa dibilang menjadi rider yang terkena dampak paling besar. Itu terkait statusnya yang sempat positif.

Gara-gara positif COVID-19, Rossi absen dua kali di Aragon. Comeback-nya di Valencia pun tak mulus. Dia sempat dapat hasil 'false positif' yang menyebabkan absen di sesi latihan pertama MotoGP Eropa.

Aragon bukan salah satu sirkuit vaforit Rossi, tapi kehilangan dua balapan karena COVID jelas memengaruhi hasil akhir yang dia raih musim ini.

Valentino Rossi sebelum balapan MotoGP Eropa 2020.Valentino Rossi sebelum balapan MotoGP Eropa 2020. Foto: Dorna Sports

Yamaha M1

Saat Marc Marquez absen panjang, Yamaha pada awalnya sangat dijagokan akan bisa mengirim salah satu ridernya jadi juara dunia. Indikasi awalnya terlihat jelas, Fabio Quartararo memenangi dua race pertama.

Namun setelah itu Yamaha pelan namun pasti tenggelam. Justru Franco Morbidelli yang tampil paling kosisten, meski dia turun dengan motor 2019.

Rossi, dan beberapa rider Yamaha, konsisten mengeluhkan masalah pada motornya. Malang buat mereka, sampai akhir musim masalah itu belum sepenuhnya tuntas.

Perubahan Kalender Balap

Situasi pandemi COVID-19 membuat banyak balapan dicabut dari jadwal yang sebelumnya sudah diumumkan. Ini jadi kemalangan pertama Yamaha (dan juga Rossi), lantaran beberapa sirkuit yang dikenal menjadi favorit mereka justru dicoret.

Tak cukup sampai di situ, pergeseran jadwal pada beberapa sirkuit juga diklaim memberi pengaruh pada performa Yamaha dan Rossi. Kondisi sirkuit menjadi tak ideal lantaran digelar di periode waktu yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Apalagi suhu dan musim sangat memengaruhi penampilan di atas trek.

Balapan di Le Mans dan Aragon digelar pada Oktober yang dingin, padahal biasanya berturut-turut dihelat pada Mei dan September. Sementara di balapan di Barcelona, di mana Rossi crash dari posisi tiga, dihelat tiga bulan dari jadwal biasanya di musim panas.

Ketidakberuntungan Rossi makin bertambah karena beberapa sirkuit favoritnya seperti Silverstone, Mugello, dan Phillip Island, serta Assen, justru hilang dari jadwal balapan.

Valentino Rossi di MotoGP Portugal 2020.Valentino Rossi di MotoGP Portugal 2020. Foto: Dorna Sports

Drama Yamaha

Menjelang akhir musim, Yamaha malah ternsadung masalah baru. Mereka dianggap telah melanggar aturan karena melakukan perubahan teknis pada jeroan motor.

Disebutkan kalau Yamaha memakai katup mesin yang berbeda antara yang mereka pakai sejak awal musim dengan yang mereka kirim sampelnya ke MotoGP untuk didaftarkan sebelum musim dimulai.

Katup tersebut ternyata memunculkan masalah buat para rider di atas lintasan. Bergantian rider-rider Yamaha mengalami masalah teknis. Ini membuat mereka kabarnya sengaja menurunkan putaran mesin demi menjaga usia pakai mesin. Yang artinya, mesin Yamaha tidak dipakai secara optimal saat digeber di atas lintasan.

Umur

Faktor yang satu ini tak bisa disangkal. Sehebat apapun Rossi dulu, dia kini sudah 41 tahun. Kepergian Andrea Dovizioso dan Cal Crutchlow membuat Rossi kini berjarak 10 tahun dengan rider tertua kedua di MotoGP.

MotoGP tak cuma membutuhkan fisik yang prima, namun juga ketajaman naluri dan indra. Meski tanpa Marquez, Rossi di 2020 kerepotan bertarung dengan pemuda-pemuda yang haus akan kemenangan serta punya kecepatan dan keberanian lebih.

Rossi akan berumur 42 tahun saat MotoGP 2021 bergulir. Sejauh apa dia akan bisa memberi perlawanan?



Simak Video "Rossi Dipastikan Ikut Balapan di MotoGP Valencia Usai Negatif Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(din/rip)