Marc Marquez Bakal 'Loyo' Kalau Kelamaan Absen MotoGP

Ridwan Arifin - detikOto
Rabu, 23 Des 2020 13:59 WIB
VALENCIA, SPAIN - NOVEMBER 15:  Marc Marquez of Spain and Repsol Honda Team looks on in box during the MotoGP Of Valencia - Free Practice at Ricardo Tormo Circuit on November 15, 2019 in Valencia, Spain. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Marc Marquez Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Marc Marquez diprediksi masih absen pada beberapa seri awal gelaran balap MotoGP 2021. Legenda balap MotoGP, Kevin Schwantz menilai akan semakin sulit bagi Marquez mencapai level top-nya.

Kevin Schwants bilang kalau waktu adalah musuh terbesar bagi Marquez saat ini.

"Semakin lama Anda absen, semakin sulit untuk kembali," ungkap juara dunia 500cc pada 1993 itu kepada Motogp.com.

The Baby Aliens harus absen berbulan-bulan usai operasi ketiga pada awal Desember lalu. Pebalap Spanyol itu menjalani pencangkokan tulang lengan akibat menderita pseudoarthrosis (tulang belum menyatu sempurna setelah patah), diperkirakan bakal absen dari gelaran MotoGP 2021 selama 6 bulan.

Itu artinya, sejak absen dari latihan bebas di MotoGP Andalusia, Marquez bisa-bisa tak lagi menunggangi motor selama satu tahun penuh.

Hal itu yang dikhawatirkan Kevin Schwantz. Saat balapan di era 80an hingga 90an, Schwantz pernah mengalami nasib serupa seperti Marc Marquez. Mantan pebalap Suzuki itu kecelakaan di tengah-tengah musim 1994, sebelum comeback di musim berikutnya.

Akan tetapi, performa Schwantz tak pernah sama lagi sebelum memutuskan gantung helm hanya setelah balapan di tiga seri pertama.

"Ketika saya menjauh dari motor untuk sementara, saya menyadari bahwa saya butuh waktu setidaknya tiga kali lipat lebih lama untuk kembali ke level saya. Bukan hanya soal kebugaran, melainkan juga mental."

"Dia mesti menunggangi motornya sebelum ujicoba untuk mendapatkan kembali kepercayaan dirinya." kata Kevin Schwantz.

"Semakin lama Anda bertahan, jauh dari motor semakin banyak yang Anda butuhkan. Tiba-tiba Anda 5 detik lebih lambat karena kepala Anda tidak terbiasa dengan apa yang terjadi pada kecepatan 300 km / jam," sambungnya.

Bagi Schwantz, musuh terbesar Marquez adalah waktu..

"Jika ada orang yang bisa kembali ke levelnya, itu Marc," dia meyakinkan.

"Tapi itu tidak akan mudah. Dia tidak pernah begitu lama tanpa balapan, dia mulai sangat muda. Berlalunya waktu adalah bahaya ekstra, jika dia harus melewatkan satu musim penuh dan menjalani operasi lainnya, maka itu akan menjadi sangat sulit baginya juga." tutupnya.



Simak Video "Lihat Lagi Duel Panas Dovizioso Vs Marc Marquez di MotoGP!"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)