Vinales Curhat Andai Yamaha Kasih Motor Enak Seperti Empat Tahun Silam

Ridwan Arifin - detikOto
Kamis, 17 Des 2020 17:19 WIB
KUALA LUMPUR, MALAYSIA - OCTOBER 29:  (L-R) Pol Espargaro of Spain and Red Bull KTM Factory Racing,  Maverick Vinales of Spain and  Movistar Yamaha MotoGP and Michael Van Der Mark of Netherlands and Monster Yamaha Tech 3 greets the fans at the end of the MotoGP race during the MotoGP Of Malaysia - Race at Sepang Circuit on October 29, 2017 in Kuala Lumpur, Malaysia.  (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Maverick Vinales saat menunggangi Yamaha YZR-M1 tahun 2016 Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images
Jakarta -

Maverick Vinales ungkap motor terbaik selama berkarir di MotoGP. Menurutnya, YZR-M1 tahun 2016 merupakan motor paling enak.

Top Gun bergabung dengan Yamaha pada tahun 2017, artinya sudah empat musim rider asal Spanyol ini bersama pabrikan garputala. Pada musim pertamanya, Maverick Vinales pun mengendarai motor YZR-M1 2016.

Ketika Vinales bergabung dengan Yamaha pada 2017, dia memenangkan tiga dari lima balapan pertama dan menjadikannya kandidat Kejuaraan Dunia kala itu.

"Saya berharap mereka bisa memberi saya motor 2016," katanya, mengingat kembali waktunya di Yamaha.

ALCANIZ, SPAIN - SEPTEMBER 24:  Maverick Vinales of Spain and  Movistar Yamaha MotoGPcelebrates  with flag  at the end of the MotoGP race during the MotoGP of Aragon - Race at Motorland Aragon Circuit on September 24, 2017 in Alcaniz, Spain.  (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)Maverick Vinales tahun 2017 Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images

"Itu adalah motor terbaik yang pernah saya kendarai dalam hidup saya. Kesalahan kami adalah kami mengganti motor ini. Tidak peduli apa yang kami lakukan dengan motornya pada saat itu, itu berhasil," kata Vinales seperti dikutip Motorsport-Total, Kamis (17/12/2020).

Bahkan Maverick Vinales jadi yang tercepat di hari ketiga tes pramusim resmi MotoGP 2017 di Sepang. Dia mengungguli rider Repsol Honda Marc Marquez. Ya, kala itu ia berhasil encatatkan waktu terbaik satu menit 59,368 detik pada tengah hari. Dia ditempel juara bertahan Marc Marquez, yang sempat mengalami masalah di hari pertama dan kedua, dengan jarak 0,138 detik.

"Saya ingat sebuah tes di Malaysia. Setelah 10 lap, Aku terbang," sambungnya.

Untuk diketahui, YZR-M1 itu juga mengantarkan Valentino Rossi menjadi runner-up dan Jorge Lorenzo di urutan ketiga pada musim GP 2016.

Hal senada juga diutarakan Rossi. Masalah motor Yamaha sejatinya sudah dirasakan Rossi sejak tiga hingga empat tahun silam, yakni grip belakang yang kurang dan top speed pada motor 2017.

"Dari 2016 hingga 2017 itu adalah tahun yang krusial bagi Yamaha dan M1," kenang Valentino Rossi.

"Karena saat itulah kami mulai mengalami masalah. Motor kami sangat kompetitif hingga tahun 2016. Anda bisa saja memenangkan balapan dan kejuaraan dunia. Tapi sejak saat itu kami mengalami kesulitan. Saya tidak tahu seberapa besar kesalahan Yamaha atau pabrikan lain yang telah meningkat," simpul Rossi.



Simak Video "Sukses di MotoGP Qatar, Bisakah Vinales Mengulangnya di GP Doha?"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lua)