Mekanik Yamaha Ini Bongkar Sosok Asli Valentino Rossi saat Muda

Ridwan Arifin - detikOto
Senin, 14 Des 2020 10:21 WIB
17 Aug 1997:  Valentino Rossi of Italy celebrates victory at the British Motorcycle Grand Prix at Donington Park in England. Rossi went on to win the 125cc world title.   Mandatory Credit: Mike Cooper /Allsport
Valentino Rossi saat muda Foto: Mike Cooper /Allsport
Jakarta -

Valentino Rossi bergabung dengan Petronas Yamaha SRT musim 2021. Kesepakatan itu juga membuat dirinya berpisah dengan Alex Briggs, mekanik motornya yang sudah 20 tahun menemani The Doctor.

Dikutip The Race, Senin (14/12/2020) Alex Briggs mengungkap bagaimana rasanya bekerja dengan orang dengan karakter seperti Valentino Rossi. Untuk diketahui, Briggs jadi mekanik Rossi sejak GP 500 cc saat The Doctor berseragam di Nastro Azzuro.

Setelah bekerja dengan Rossi sejak hari ia melakukan debutnya dengan motor Honda dua tak 500cc di Jerez, Briggs akhirnya akan mengakhiri hubungan panjangnya dengan juara dunia sembilan kali itu tahun depan ketika Rossi pindah ke tim satelit Petronas SRT Yamaha. Briggs sendiri memutuskan pensiun.

Bagaimana sosok asli Valentino Rossi, Briggs?

"Dia orang yang sangat jujur, sangat lucu dan tahu bagaimana bersenang-senang," kata Briggs kepada The Race.

"Dia sangat senang melihat orang lain bahagia. Dia tahu hal-hal tentang Anda yang belum Anda ceritakan kepadanya, yang telah dilihatnya dalam diri Anda," sambungnya.

Moto GP World Champion and winner of the Moto Grand Prix of Spain, Italian Valentino Rossi (R) shakes hands with his fellow compatriot and second placed Max Biaggi on the podium 11 May 2003, in Jerez. Australian Troy Bayliss finished third. AFP PHOTO/ Pierre-Philippe MARCOU / AFP PHOTO / PIERRE-PHILIPPE MARCOUValentino Rossi Foto: PIERRE-PHILIPPE MARCOU/AFP

Lebih lanjut Briggs mengatakan saat umur Rossi 20 tahun, karakternya tidak berubah banyak. Hanya ketenarannya, dan sikapnya kepada media yang sudah berganti.

"Ketika dia masih muda dia biasa datang ke garasi untuk menjauh dari hal-hal (media) tapi sekarang dia tidak bisa. Esensinya tidak berubah, tapi dia dan Uccio [Salucci] telah berkembang. Mereka dulu anak-anak, dan sekarang mereka laki-laki dengan keluarga, anak-anak, dan bisnis," lanjut Briggs.

28 May 2000:  Valentino Rossi makes last minute adjustments to his Honda before the Italian Motorcycle 500cc Grand Prix at Mugello in Italy.  Mandatory Credit: Michael Cooper /AllsportValentino Rossi tahun 2000 Foto: Michael Cooper

Briggs menyebut Rossi berbeda dari pebalap lain saat kedatangannya di Honda, saat mewarisi tim yang sudah teruji dan pernah melayani legenda seperti Mick Doohan. Juara dari Tavuilla itu bahkan hapal betul nama-nama mekanik yang membantunya saat balapan.



"Dia tahu semua nama kami, dari mana kami berasal dan apa yang kami lakukan... Saya tahu dari lap pertama bahwa dia istimewa. Kami sudah tahu dengan melihat 125cc dan 250cc dia adalah pembalap yang hebat, tapi dari lap pertama dia cepat. Orang Jepang di tim kami pada saat itu dapat memahami ini. Dan setelah setengah lusin balapan mereka mulai benar-benar mendengarkannya," ujar Brigss saat impresi pertama melihat juara dari Tavuilla itu.

Musim depan Rossi bakal memboyong orang-orang kepercayaannya, yakni kepala kru David Munoz, pelatih Idalio Gavira, dan operator telemetri Matteo Flamigni. Tapi tidak untuk dua mekanik yang sudah menemaninya selama dua dekade, Alex Briggs dan Brent Stephens, ini juga yang jadi penyesalan Rossi.

Di usia Rossi yang tak lagi muda, Briggs batal untuk pensiun bersamanya. Menurut Briggs, mengapa juara dunia sembilan kali itu masih balapan di usia 42 tahun?

"Saya tidak tahu apa yang dikatakan hatinya, tapi otaknya akan selalu mengatakan dia ingin menang," tutup Briggs.



Simak Video "Valentino Rossi di MotoGP Qatar: Start Keempat, Finis Kedua Belas"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)