Rossi Singgung Kerja Lorenzo, Lebih Senang Jika Diganti Dovizioso

Ridwan Arifin - detikOto
Rabu, 18 Nov 2020 08:51 WIB
Valentino Rossi
Valentino Rossi lebih senang jika Dovizioso jadi pebalap penguji Yamaha Foto: Instagram @valeyellow46
Jakarta -

Valentino Rossi mengkritik Jorge Lorenzo yang menjadi test rider Yamaha pada musim 2020. Performa kurang apik YZR-M1 juga bergantung dari pebalap penguji.

Menurut pebalap berusia 41 tahun ini, pengembangan YZR-M1 dengan Jorge Lorenzo tak berjalan mulus. Semua jadwal pengujian terganggu dengan adanya pandemi virus Corona.

Lorenzo cuma sempat menguji motor YZR-M1 di Sepang dan Portimao. Sisanya, rider 33 tahun itu belum lagi tampil.

Sayangnya ketika absen 8 bulan menunggangi motor, Lorenzo belum bisa memberikan waktu terbaik untuk Yamaha. Catatan waktunya di Portmiao bahkan paling buruk dari test rider pabrikan lainnya.

"Lorenzo baru melakukannya (test motor Yamaha) satu hari di Malaysia dan setelah itu berhenti karena menyebarnya Covid-19," ujar Rossi, seperti dikutip dari GP One, Selasa (17/11/2020).

"Dia kembali mengendarai motor balapnya di Portimao setelah delapan bulan tidak melakukannya. Bisa dikatakan tidak ada yang benar-benar berhasil," lanjutnya.

Yamaha mengumumkan kesepakatan kontrak dengan Cal Crutchlow jelang digelarnya MotoGP Valencia. Kesepakatan tersebut sekaligus mengakhiri kerja sama Yamaha dengan Lorenzo, yang semusim ini jadi test rider mereka. Tapi dari dalam hati, The Doctor menginginkan Dovizioso.

"Pertama, Yamaha harus membutuhkan tim penguji di Eropa tahun depan. Saya senang kalau Dovizioso jadi test rider, dia sangat cepat, sensitif, dan punya pengalaman yang tinggi sebagai pebalap. Tetapi, Cal Crutchlow juga pebalap yang dapat mendorong motor hingga batas jika dia memiliki motivasi yang tepat. Lebih dari sekadar menguji, Anda membutuhkan program serius," jelas Rossi.

Crutchlow sudah bukan rekanan baru bagi Yamaha. Pada 2009 dia memenangi World Supersport bersama Yamaha, di mana saat itu dipimpin oleh Wilco Zeelenberg yang kini jadi tim manajer Petronas Yamaha.

Ia kemudian mulai terjun di kelas MotoGP pada 2011 bersama Yamaha Tech 3. Penampilannya terbilang gemilang, di mana dia menyabet status rookie terbaik dengan capaian tertinggi finis keempat di MotoGP Valencia.

Tiga tahun bersama Tech 3, Crutchlow lantas menyeberang ke Ducati. Hanya bertahan semusim di tim asal Italia itu, Crutchlow lantas memperkuat tim satelit LCR Honda.

Sejauh ini dia sudah tampil dalam 166 balapan, meraih tiga kemenangan, 19 kali naik podium, meraih empat pole position, dan empat fastest lap.



Simak Video "Insiden Rossi di MotoGP 2020: Motor Mogok hingga Low Side"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)