Drama MotoGP: Mesranya Rins-Mir dan Retaknya Hubungan Dovi-Petrucci

Rizki Pratama - detikOto
Jumat, 23 Okt 2020 15:45 WIB
BARCELONA, SPAIN - SEPTEMBER 27: Alex Rins of Spain and Team Suzuki ECSTAR and Joan Mir of Spain and Team Suzuki ECSTAR (R) celebrate under the podium the podium at the end of the MotoGP race during the MotoGP of Catalunya: Race during the MotoGP of Catalunya at Circuit de Barcelona-Catalunya on September 27, 2020 in Barcelona, Spain. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Akrabnya dua pebalap Suzuki, Joan Mir dan Alex Rins. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Berlangsungnya MotoGP 2020 di tengah pandemi virus Corona menghadirkan drama di kompetisi balap kelas dunia ini. Hasil mengejutkan di setiap rangkaian balapannya pun menulari hubungan internal masing-masing tim.

Paling hangat saat ini ada pebalap tim Ducati, Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci yang saling bergesekkan. Di balapan sebelumnya, Dovi mengungkapkan kekesalan atas hasil kualifikasi yang diraih oleh Petrucci.

Sebaliknya, Joan Mir yang mendadak jadi kandidat juara telah mencuri sorotan Alex Rins yang pada awal musim menjadi andalan Suzuki. Mengetahui kasusnya hampir sama dengan situasi di tim Ducati, Mir mewanti-wanti hal itu tak akan terjadi antara dirinya dan Rins.

"Alex masih memiliki kesempatan menjadi juara. Tidak etis merencanakan apapun ketika ia masih memiliki kesempatan itu," kata Mir.

Kerendahan hati Mir disambut oleh Rins yang menyadari dirinya tak berada di papan atas klasemen. Ia justru malah rela membantu Mir mendapatkan pundi-pundi poin demi keberhasilan tim.

"Saya masih memiliki kesempatan, namun apabila kesempatan itu sirna saya akan memberikan bantuan penuh pada Joan. Saya sudah berada di Suzuki sejak 2017 mengembangkan motor, mendapatkan motor yang sempurna, dan jika saya tidak ada kesempatan memenangkan kejuaran, saya mau dia yang memenangkannya," aku Rins.

Hangatnya hubungan dua pebalap Suzuki itu kontras dengan hubungan Dovi dan Petrucci. Situasinya memanas kemarin di sesi kualifikasi MotoGP Aragon. Saat itu Dovi yang memiliki kans juara lebih besar daripada Petrucci terpaksa memulai balapan di urutan ke-13. Dovi tak dapat lanjut ke sesi kedua kualifikasi karena hasil apik yang diraih oleh Petrucci.

Dovi dan Petrucci merupakan sahabat dengan dan partner latihan. Petrucci masuk ke Ducati pun berkat bujukan Dovi.

Bos tim Ducati, Paolo Ciabatti mengkonfirmasi hubungan dua pebalapnya itu memang sedang tidak baik. Setidaknya itu dapat dinilai dari Dovi yang kesal pekan lalu.

"Jelas sekali Andrea tidak senang atas apa yang telah terjadi, meskipun Danilo tidak bermaksud untuk itu. Sebagai seorang pebalap walaupun ia adalah rekan tim dan ada hubungan khusus, terkadang kamu hanya fokus pada apa yang kamu lakukan. Dan dia baru menyadarinya setelah Dovi tak dapat ikut kualifikasi kedua," ujar Ciabatti.

"Bagi Andrea memulai balapan di posisi yang lebih baik akan lebih baik baginya. Ini adalah momen sulit antara rekan tim dan hubungan spesial, dan sangat penting untuk melakukan klarifikasi," lanjutnya.

Walaupun begitu, tim tak dapat terlibat banyak pada hubungan mereka. Salah satu dari mereka harus memulai percakapan untuk mendinginkan suasana.

"Bukan tugas saya untuk mengatakan sesuatu, apa yang terjadi telah terjadi dan semua orang melakukan apa yang terbaik untuk mereka. Saya tidak berniat untuk membicarakan hal ini, tapi jujur saya kecewa," tutupnya.



Simak Video "Jawaban Emosional Dovizioso Tentang Ducati dan Masa Depannya"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)