Gegara Tekanan Angin Ban Depan, Quartararo Tercecer ke Belakang di MotoGP Aragon

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Senin, 19 Okt 2020 08:16 WIB
Petronas Yamaha SRTs French rider Fabio Quartararo rides during the first MotoGP free practice session of the Moto Grand Prix of Aragon at the Motorland circuit in Alcaniz on October 16, 2020. (Photo by JOSE JORDAN / AFP)
Quartararo mengalami masalah di ban depan. Ia tercecer ke posisi 18 di MotoGP Aragon (AFP/JOSE JORDAN)
Jakarta -

Fabio Quartararo tak bisa mempertahankan takhta klasemen sementara akibat finis jauh di belakang saat melakoni balapan MotoGP Aragon di Sirkuit Aragon, Spanyol. Start dari grid terdepan, Quartararo malah finis di posisi 18 di balapan tersebut.

Motor Yamaha YZR-M1 tunggangan Quartararo bermasalah di ban depan. Quartararo menjelaskan, tekanan angin ban depan membuatnya kesulitan mengontrol motor. Dikutip The Race, Quartararo tidak dapat melakukan apa pun saat tekanan ban depannya meningkat.

"Kami dalam kondisi yang baik untuk memperjuangkan hasil yang bagus. Tetapi tekanan depan benar-benar di luar kendali, di luar normal. Ini sangat aneh karena kami memiliki kecepatan untuk bertarung. Mungkin bukan untuk meraih kemenangan atau naik podium, tapi untuk lima besar. Ban depan lepas kendali dan kami tidak tahu mengapa," kata Quartararo.

"Bagi saya, pilihannya sudah tepat karena tiga lap pertama sempurna, saya memiliki persayaan yang baik. Tapi dari lap ketiga tekanan (ban depan) sudah lebih tinggi dari biasanya. Jika sudah seperti itu, setelah tiga lap dari 20 lap, Anda bisa membayangkan seperti apa di tengah balapan."

Quartararo sendiri tidak bisa menyebutkan berapa tekanan ban depan yang membuatnya berjuang ekstra keras. Namun yang jelas, motor yang dikendarainya benar-benar di luar kendali.

"Saya tidak bisa mengerem, tidak bisa berbelok, saya tidak bisa memiringkan motor (untuk menikung)," ujarnya.

Menurut sumber yang diwawancarai The Race, tim Quartararo telah mengetahui sumber masalahnya. Di tengah suhu trek yang lebih panas, kesulitan Quartararo dimulai saat dia dan tim memilih menggunakan ban depan medium. Padahal, ban jenis itu belum pernah dipakai sepanjang akhir pekan kemarin saat sesi latihan bebas maupun kualifikasi sehingga tim tidak memiliki data penggunaan ban medium.

Tidak dapat menggunakan data yang dikumpulkan sebelumnya untuk mengukur set-up ban yang diperlukan Quartararo, tim terpaksa 'mengira-ngira' tekanan yang harus diberikan ke ban depan. Sayangnya, tekanan ban terlalu tinggi karena kondisi aspal yang lebih panas. Artinya, begitu Quartararo memaksa gaspol dengan motornya, tekanan ban depan dengan cepat naik ke titik di mana Quartararo kesulitan mengendalikannya.



Simak Video "Balada Quartararo: Manis-manis Dahulu, Pahit Kemudian"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)