Minggu, 18 Okt 2020 12:30 WIB

Dovizioso Ngamuk sampai Lempar Sarung Tangan, Ini Sebabnya

Ridwan Arifin - detikOto
BARCELONA, SPAIN - SEPTEMBER 26:  Andrea Dovizioso of Italy and Ducati Team   speaks in box with mechanics during the MotoGP of Catalunya: Qualifying during qualifying for the MotoGP of Catalunya at Circuit de Barcelona-Catalunya on September 26, 2020 in Barcelona, Spain. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images) Andrea Dovizioso ngamuk di paddock MotoGP Aragon Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Aragon -

Andrea Dovizioso terlihat emosional usai menjalani sesi kualifikasi MotoGP Aragon, Sabtu (17/10). Rider Mission Winnow Ducati ini bahkan tertangkap kamera marah-marah hingga melepar sarung tangan balapnya. Sebenarnya apa yang terjadi?

Mengutip Crash, Minggu (18/10) penyebab Dovizioso mengamuk karena persaingan antara sesama Ducati. Diduga Petrucci memanfaatkan slipstream atau mencuri angin dengan membuntuti Dovizioso.

Dovizioso sempat membiarkan Petrucci menyalipnya. Namun, rekan setimnya itu gantian melambat, dan membiarkan Dovizioso melewatinya lagi.

Momen itu terjadi beberapa kali, sampai akhirnya di penghujung sesi Q1, Petrucci bisa mengalahkan catatan waktu Dovizioso.

Awalnya, Dovizioso mencatat waktu 1 menit 47.752 detik, namun tersalip Petrucci yang punya catatan waktu 1 menit 47.606 detik. Posisi Dovizioso kemudian malah tersalip lagi oleh Jack Miller, sehingga menempatkannya ke posisi 13.

Dovizioso gagal melaju ke kualifikasi 2, sementara duo rider Ducati lainnya, Petrucci dan Miller yang berhak maju karena mencatatkan waktu lebih tajam. Karena hal ini Dovi terlihat sangat kesal kepada Petrucci.



"Jika Anda memperoleh sepersepuluh karena Anda mengikuti saya tiga kali, ini berarti Anda mencoba berada di Q2 dengan kecepatan saya. Saya satu-satunya pembalap Ducati [yang mampu memenangkan gelar], dan kami punya memiliki hubungan yang baik karena saya membantunya. Dengan banyak hal, ini bukanlah langkah yang cerdas. Jadi saya marah tentang itu," kata Dovizioso, dilansir Crash.

Petrucci sendiri tak menampik, dirinya memang memanfaatkan Dovizioso sebagai target. Menurutnya, selama masih kualifikasi, dirinya bebas menggunakan strategi apapun.

"Saya tidak mendapat informasi atau saran [dari tim sebelum sesi]. Tidak ada apa-apa, hanya berusaha melakukan yang terbaik," kata Petrucci, yang memulai balapan dari posisi ke-8 di MotoGP Aragon, Minggu (18/10/2020).

"Yang pasti, saya menggunakan Andrea seperti target. Tapi seperti di Barcelona dan di sini sejak kemarin, saya kehilangan kecepatan hampir 5-8 km/jam di trek lurus, jadi saya perlu slipstream agar tidak kehilangan waktu terlalu banyak."

"Saya pikir kami bebas untuk balapan. Ini kualifikasi, dan saya menggunakan semua senjata saya untuk masuk ke Kualifikasi 2. Yang pasti, kami berjuang, di Le Mans saya tidak berjuang dan saya tidak mengikuti siapa pun. Sama seperti sebelumnya, kami tidak punya team order."

"Saya sangat menyesal Andrea harus gagal ke Q2, tetapi jika tidak, saya harus menjawab pertanyaan mengapa saya sangat lambat. Saya balapan untuk diri saya sendiri dan saya sedang memulihkan diri dari bagian pertama musim yang buruk. Saya harus menggunakan semua peluang yang saya miliki," katanya.

Dovizioso akan memulai balapan MotoGP Aragon dari posisi ke-13. Ia kecewa lantaran ban dan cuaca yang dingin menjadi sejumlah masalah yang dihadapi Dovizioso di seri kali ini. Sementara Fabio Quartararo, pesaing terdekatnya mampu start dari grid terdepan.

Balapan MotoGP Aragon berlangsung pada Minggu (18/10). Balapan MotoGP Aragon bisa disaksikan lewat siaran langsung di Trans 7 dan live streaming di detikOto.



Simak Video "Dovizioso Masih Tertatih-tatih"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lua)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com