Repsol Honda Hancur Lebur di MotoGP 2020, Salah Siapa?

Doni Wahyudi - detikOto
Senin, 05 Okt 2020 18:34 WIB
Marc Marquez di Sirkuit Barcelona Jelang MotoGP Catalunya 2020.
Marc Marquez absen, Repsol Honda langsung kedodoran (Dorna Sports)
Jakarta -

Semua memang terkait dengan cedera parah yang dialami Marc Marquez. Tapi kalau sampai tim sekelas Repsol Honda kini terpuruk begitu dalam, pasti ada yang salah dengan mereka.

Dikutip dari Moto.it, tak pernah sebelumnya Honda mengalami musim seburuk ini di ajang balap motor kelas premier. Sampai setelah delapan balapan dilewati tim Repsol Honda ada di posisi 11 klasemen tim dengan koleksi 27 angka. Repsol Honda secara memalukan cuma unggul atas LCR Honda Castrol (13) dan Reale Avintia Racing (7) yang menempati dua urutan paling dasar.

Tentu saja ini semua terjadi karena absennya Marc Marquez. Sang juara dunia tak pernah lagi tampil sejak mengalami kecelakaan fatal di Jerez pada seri pembuka musim. Tanpa sang juara dunia, Repsol Honda jadi bukan apa-apa.

Kondisi tersebut menghadirkan banyak pertanyaan. Tidak seharusnya tim sebesar Repsol Honda lumpuh dan kemudian terpuruk sebegitu dalamnya tanpa Marquez. Tak mungkin motor mereka seburuk itu hingga kehilangan daya saing.

Masih dikutip dari Moto.it, terpuruknya Repsol Honda merupakan hasil kesalahan akumulatif yang sudah berlangsung beberapa tahun.

Melepas Dani Pedrosa Pergi

Yang pertama adalah melepas Dani Pedrosa. Rider asal Spanyol itu sebenarnya cukup lama mengabdi buat Repsol Honda dan dapat hasil yang tak bisa dibilang buruk. Pedrosa kabarnya sempat dikabarkan akan menjadi pebalap penguji Honda, namun malah hengkang dan jadi pebalap penguji Red Bull. Pedrosa malah disebut-sebut sebagai kunci sukses Red Bull meraih dua kemenangan di musim ini.

Rumor yang beredar menyebut Pedrosa berselisih dengan Alberto Puig sejak beberapa tahun lalu. Itu pada akhirnya membuat Pedrosa memilih pergi saat kontraknya habis.

Marc Marquez, Dani PedrosaMarc Marquez, Dani Pedrosa Foto: Rachman Haryanto/detikcom

Terlalu Bergantung Pada Marc Marquez

Sebenarnya tak mengherankan kalau Repsol Honda begitu memuja Marc Marquez. Bayangkan saja, dalam delapan tahun terakhir Marquez berhasil merebut enam gelar juara dunia MotoGP. Fenomena yang sama terjadi pada Yamaha bersama Valentino Rossi di 2004 sampai 2009 dan Ducati dengan Casey Stoner di 2007 sampai 2010.

"Honda tak punya masalah. Satu-satunya masalah adalah tak ada Marc".

Pernyataan tersebut dilontarkan Puig sebelum balapan di Misano, yang sangat menggambarkan betapa besar ketergantungan Honda pada Marquez.

Ketergantungan yang luar biasa besar pada Marquez pada akhirnya dianggap sebagai blunder. Honda hanya fokus ke satu pebalap dan tidak memberi perhatian yang sama terhadap rider lain. Ini jadi bencana saat si pebalap utama absen lama karena cedera. Sebagaimana dialami Repsol Honda saat ini.

Blunder Jorge Lorenzo (?)

Jorge Lorenzo dikontrak untuk menciptakan sebuah super tim di ajang MotoGP. Bayangkan, dua pebalap tersukses dalam satu dekade terakhir berada di satu tim.

Tapi perekrutan Lorenzo dilakukan tanpa pertimbangan matang dan panjang. Para analis menyebut gaya membalap Lorenzo tak cocok dengan karakter motor Honda. Tak butuh waktu lama untuk membuktikan hal itu.

Jorge Lorenzo menuntaskan balapannya di MotoGP setelah seri Valencia berakhir. Lorenzo berkali-kali ganti tim dan motor, namun desain helm tetap tidak berubah.Jorge Lorenzo menuntaskan balapannya di MotoGP setelah seri Valencia berakhir. Lorenzo berkali-kali ganti tim dan motor, namun desain helm tetap tidak berubah. Foto: Getty Images

Dalam musim tunggalnya bersama Honda, Lorenzo memang sempat diadang cedera. Tapi terlepas dari itu, dia juga tak pernah benar-benar bisa menjinakkan Honda RC213V.

Keputusan mengganti Lorenzo dengan Alex Marquez juga dinilai terlalu cepat. Dianggap belum terlalu matang, pada akhirnya Alex memang cuma bertahan semusim di tim pabrikan dan tersisih ke LCR mulai 2021.



Simak Video "Marc Marquez di MotoGP Belanda: Start Ke-20, Finis Ketujuh"
[Gambas:Video 20detik]
(din/riar)