Skenario Valentino Rossi Menguasai Lagi MotoGP

Doni Wahyudi - detikOto
Senin, 05 Okt 2020 07:11 WIB
BARCELONA, SPAIN - SEPTEMBER 26: Valentino Rossi of Italy and Monster Energy Yamaha MotoGP Team celebrates the third place at the end of the MotoGP qualifying practice during qualifying for the MotoGP of Catalunya at Circuit de Barcelona-Catalunya on September 26, 2020 in Barcelona, Spain. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Valentino Rossi masih bisa menguasai MotoGP lagi, meski dia tak lama lagi akan pensiun (Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Sudah lebih dari tiga tahun sejak Valentino Rossi memenangi balapan terakhirnya. Bakal 'turun kelas' ke tim satelit dan diyakini tak lama lagi akan pensiun, The Doctor sudah menyiapkan skenario untuk kembali mendominasi MotoGP.

Harus menengok agak jauh ke belakang, tepatnya ke MotoGP Belanda di musim 2017, untuk melihat Rossi terakhir kali menjadi juara. Tiga tahun berlalu sejak momen manis itu, The Doctor makin sulit naik ke podium teratas seiring usia yang terus bertambah.

Malah, sejak kemenangan di Assen itu Rossi tercatat baru 10 kali naik podium. Termasuk satu yang dia raih musim ini saat finis ketiga di MotoGP Andalusia.

Valentino Rossi mungkin tak akan bisa mewujudkan mimpinya meraih gelar juara dunia yang ke-10. Dengan kini sudah berusia 41 tahun, pensiun lebih dekat dengannya ketimbang jadi juara dunia.

MotoGP rider Valentino Rossi of Italy takes a curve during the San Marino Motorcycle Grand Prix at the Misano circuit in Misano Adriatico, Italy, Sunday, Sept. 13, 2020. (AP Photo/Antonio Calanni)Valentino Rossi mau mengembalikan kejayaan pebalap Italia di ajang MotoGP (AP/Antonio Calanni)

Kecewakah Rossi?

Bisa jadi iya. Tapi Rossi akan pensiun dengan penuh kebanggaan. Karena Rossi meninggalkan MotoGP dengan warisan besar: para pebalap muda penuh bakat, bertalenta besar, dan sudah terbukti bisa mengikuti jejaknya. Warisan-warisan itu adalah anak didiknya di VR46 Academy yang kini sudah wara-wiri di kelas Moto3, Moto2, dan MotoGP.

MotoGP San Marino 2020 menjadi bukti kalau Rossi masih bisa menguasai ajang balap motor paling bergengsi itu bahkan setelah dia pensiun nanti. Saat itu dua anak murid Rossi, Franco Morbidelli dan Francesco Bagnaia berhasil finis 1-2 di kelas MotoGP.

Di kelas Moto2 pun serupa. Luca Marini dan Marco Bezzecchi merebut dua podium teratas. tu artinya, dari sembilan podium yang tersedia di seri San Marino, empat di antaranya jadi milik VR46 Academy.

Rossi sendiri masih punya mimpi untuk diwujudkan, meski nantinya dia keburu pensiun meninggalkan MotoGP. The Doctor mau rider-rider Italia berjaya lagi di kelas premier, sebagaimana pernah terjadi di periode 1990-an sampai 2000-an.

DOHA, QATAR - MARCH 07: (L-R) Franco Morbidelli of Italy and Petronas Yamaha SRT,  Valentino Rossi of Italy and Yamaha Factory Racing and Francesco Bagnaia of Italy and Alma Pramac Racing pose on track during MotoGP of Qatar - Previews at Losail Circuit on March 07, 2019 in Doha, Qatar. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)Valentino Rossi bersama dua anak didiknya di MotoGP Qatar 2019 (Getty Images/Mirco Lazzari gp)

"Adalah tantangan buat kami membuat (pebalap) Italia berada di puncak. Kami punya sejarah yang hebat, tapi dalam beberapa tahun terakhir terjadi pergeseran. Jadi kami bekerja keras, kami memberikan waktu dan uang an tenaga untuk ini, dan sepertinya kami bisa bertarung. Spanyol masih nomor satu, tapi kami bisa bertarung dengan mereka," kata Rossi dikutip dari The Drive.

Sejauh ini Morbidelli jadi jebolan VR46 Academy yang paling sukses. Dia jadi orang pertama yang memenangi juara dunia, pebalap pertama yang bertarung di kelas MotoGP, yang pertama juga finis di atas podium dan kemudian jadi pemenang di San Marino tahun ini.

"Saya pikir saya harus menjadi motivasi yang hebat untuk mereka. Mereka masih melihat saya bertarung melawan mereka dan masih bisa memberikan upaya optimal. Itu membuat mereka termotivasi untuk bisa lebih cepat lagi," lanjut Rossi.



Simak Video "Apresiasi Keanu Reeves hingga Tom Cruise untuk Valentino Rossi"
[Gambas:Video 20detik]
(din/rgr)