Sabtu, 26 Sep 2020 20:10 WIB

Lapisan Kaca Helm Quartararo yang Bikin Motor Miller Ngempos Dilelang

Rangga Rahadiansyah - detikOto
SPIELBERG, AUSTRIA - AUGUST 21:  Jack Miller of Australia and Pramac Racing looks on in box during the MotoGP Of Styria - Free Practice at Red Bull Ring on August 21, 2020 in Spielberg, Austria. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images) Jack Miller (Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Pada MotoGP San Marino akhir pekan lalu, Jack Miller gagal finis lantaran motornya tak bertenaga. Usut punya usut, motor Miller ngempos karena terhalang sampah pelindung kaca helm atau tear off milik Fabio Quartararo.

Tear off Quartararo itu menyumbat filter udara Ducati Desmosedici GP20 tunggangan Miller. Alhasil, pasokan udara mesin Ducati tunggangan Miller tak maksimal sehingga motor tak bertenaga.

Kini, tear off Quartararo yang mengakhiri balapan Miller di Emilia Romagna MotoGP dilelang. Hasil lelang dikumpulkan untuk amal. Pebalap asal Australia itu menyumbangkannya ke badan amal Two Wheels for Life dan akan ditandatangani oleh Miller dan Quartararo.

"Saya ingin dia (Quartararo) menandatanganinya," kata Miller pada hari Jumat di Catalunya seperti dikutip Motorsport. "(Karena) menurutku hanya itu yang bisa dia lakukan."

Lelang tear off Quartararo berlangsung sampai 5 Oktober 2020. Saat ini, sudah ada 13 penawar lelang. Penawaran terakhir untuk tear off Quartararo saat ini adalah 340 euro atau setara Rp 5,9 juataan.

Tear off tersebut berada di pit box Miller dan akan ditandatangani Miller dan Quartararo.

Sementara itu, masalah sampah tear off sendiri mendapat komentar dari rekan setim Miller, Francesco 'Pecco' Bagnaia. Dia berharap agar MotoGP menerapkan aturan baru terkait sampah lapisan kaca helm atau tear off.

"Saya pikir para marshal harus membersihkan trek setiap lap setiap kali mereka melihat satu tear off di aspal, karena Anda tidak bisa kalah dalam balapan seperti ini," ujar Pecco.

Pecco berpikir, MotoGP harus mempertimbangkan pengaturan zona khusus, lokasi tear off dapat dibuang di sana. Cara itu dipercaya memudahkan marshal dengan aman menyingkirkan sampah tear off tersebut dari lintasan.

"Saya pikir tidak mungkin membersihkan setiap saat kualifikasi atau latihan, itu tidak mungkin karena ada pembalap di semua bagian sirkuit," tambahnya.

"Tapi mungkin untuk balapan itu penting untuk membuat peraturan yang mengatakan Anda bisa meletakkan sobekan hanya di bagian sirkuit tertentu."

"Jadi, Misano setelah Tikungan 6, seperti di trek lurus. Karena seperti ini, para marshal bisa membersihkannya lebih baik dan mereka tahu itu hanya satu bagian dari sirkuit."



Simak Video "3 Aksi Apik Quartararo yang Masih Jadi Pemuncak MotoGP 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com