Mirip Ducati, Motor Quartararo Bisa Diceperin Saat Ngebut

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Minggu, 16 Agu 2020 16:34 WIB
Petronas Yamaha SRTs French rider Fabio Quartararo rides his bike during the qualification of the Moto GP Czech Grand Prix at Masaryk circuit in Brno on August 8, 2020. (Photo by JOE KLAMAR / AFP)
Fabio Quartararo. Foto: AFP/JOE KLAMAR
Jakarta -

Yamaha menggunakan teknologi yang mirip seperti motor Ducati di ajang MotoGP 2020. Pebalap yang menggunakan motor Yamaha dari tim Petronas SRT, Fabio Quartararo, menerapkan teknologi itu.

Teknologi tersebut adalah sistem yang bisa mengubah ketinggian suspensi belakang untuk mendapatkan stabilitas motor yang lebih baik. Quartararo menggunakannya saat sesi kualifikasi di MotoGP Austria 2020.

Meski hanya beda 0,087 detik dari Maverick Vinales yang menempati pole position, Quartararo belum yakin sistem itu menawarkan keuntungan atau tidak.

"Sejujurnya, ini sulit karena saya menggunakannya, tapi saya tidak yakin apakah itu bekerja dengan baik atau tidak," katanya seperti dikutip Crash.

"Sangat sulit untuk menggunakannya dengan cara yang benar karena mungkin bisa membantu, tapi mungkin bisa juga lebih buruk."

"Jadi hari ini saya mencobanya, itu tidak mudah, tapi di Jerez, di Brno saya tidak menggunakannya. Saya rasa di trek ini, ini adalah pertama kalinya saya menggunakannya."

"Jadi, kami perlu memeriksa sedikit apakah itu menguntungkan atau tidak, tetapi selama balapan akhir pekan nanti akan sulit untuk mengaturnya dengan perangkat ini."

Sebelumnya, sistem yang disebut ride-height system itu dipakai di motor Ducati di MotoGP. Sistem itu memungkinkan motor dinaik-turunkan sesuka hati pebalapnya.

Secara khusus, evolusi ini pertama kali dilakukan oleh Jack Miller di Buriram tahun lalu. Dengan teknologi itu, pebalap Ducati bisa menurunkan bagian belakang motor sesuka hati saat akselerasi di lintasan lurus yang panjang.

Manfaat dari performa tersebut dimulai dengan peningkatan anti-wheelie yang mencegah roda depan terangkat saat motor keluar dari tikungan. Kemudian dilanjutkan dengan hambatan aerodinamika yang sedikit lebih rendah di sepanjang lintasan lurus. Hingga stabilitas pengereman yang lebih baik di tikungan.

Menurut pebalap Ducati Danilo Petrucci, teknologi itu sangat membantu untuk transfer beban. Beberapa produsen lain menggunakan perangkat ini hanya saat start untuk merendahkan bagian depan (dengan perangkat holeshot device).

[Gambas:Instagram]






Simak Video "Balada Quartararo: Manis-manis Dahulu, Pahit Kemudian"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lua)