Sabtu, 15 Agu 2020 05:48 WIB

Rahasia MotoGP: Alasan Mengapa Pemilihan Ban Bisa Menjadi Kunci Kemenangan

Luthfi Anshori - detikOto
Ban sering kali menjadi faktor penentu dalam balapan MotoGP. Salah memilih jenis ban saat balapan bisa mempengaruhi performa di lintasan. Ilustrasi balap MotoGP. Foto: Mirco Lazzari/Getty Images.
Jakarta -

Ban merupakan salah satu komponen penting di motor MotoGP. Pemilihan ban yang tepat sering kali menjadi kunci kemenangan pada kompetisi balap motor paling bergengsi ini.

Dikutip dari Box Repsol, setiap pebalap MotoGP musim ini diberikan jatah 22 ban untuk trek kering, dengan rincian 10 ban depan dan 12 ban belakang. Jenis kompon yang bisa dipilih soft, medium, dan hard.

Sementara untuk trek basah, setiap pebalap MotoGP mendapatkan 13 ban khusus, dengan 6 di depan dan 7 di belakang. Ban untuk trek basah ini juga memiliki 3 pilihan kompon berbeda.

Jumlah itu tentunya tidak baku, pebalap bisa mendapat jatah ban tambahan jika mengikuti 2 sesi kualifikasi di trek kering dan jika mengikuti empat sesi saat kondisi trek basah karena hujan.

Pemilihan jenis kompon ban akan sangat mempengaruhi performa motor saat digeber dalam intensitas tinggi. Salah dalam pemilihan, bisa mengakibatkan ban cepat habis atau tidak mendapatkan traksi secara optimal. Kondisi trek dan gaya berkendara juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat keausan ban.

Michelin selaku penyuplai tunggal ban MotoGP 2020 menetapkan tekanan ban yang direkomendasikan, yakni 2 bar untuk ban depan dan 1,8 bar untuk ban belakang. Tekanan yang salah menyebabkan ban berubah bentuk dan sulit mencapai suhu ideal atau bahkan menjadi terlalu panas.

Sementara untuk suhu ban, ban depan biasanya punya suhu ideal di atas 100 ° C, dan ban belakang lebih dari 120 ° C. Dalam kasus ban untuk kondisi basah, suhunya antara 60 ° C dan 80 ° C.

Sama seperti rem, ban juga menjadi komponen yang paling 'tersiksa' di balapan MotoGP. Karena langsung kontak dengan permukaan aspal, ban MotoGP mengalami tingkat stres tinggi, terutama saat motor direm dan melibas tikungan.

Sebagai gambaran, saat motor berakselerasi sepanjang trek lurus, ban belakang menerima gaya lebih dari 2.200 Newton (224 kg), dan saat melakukan hard braking ban depan menerima gaya sekitar 2.500 Newton (254 kg). Kemudian saat bermanuver, ban bakal menerima gaya lateral melebihi 2.000 Newton (203 Kg).

Dengan tingginya tekanan gaya itu, pebalap tidak hanya dituntut melakukan pemilihan ban yang cocok dengan kondisi trek. Namun juga dituntut untuk mengelola ban dengan baik selama jalannya balapan, supaya ban tidak lekas habis sebelum menyentuh garis finis.



Simak Video "Rossi Posisi Ketujuh Kualifikasi MotoGP Emilia Romagna"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com