Senin, 10 Agu 2020 11:37 WIB

MotoGP 2020: Tim Satelit Asapi Tim Pabrikan

Tim Detikcom - detikOto
BRNO, CZECH REPUBLIC - AUGUST 08:  Franco Morbidelli of Italy and Petronas Yamaha SRT lifts the front wheel during the MotoGP Of Czech Republic - Qualifying Practice at Brno Circuit on August 08, 2020 in Brno, Czech Republic. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images) Franco Morbidelli melanjutkan penampilan hebat Petronas Yamaha SRT Racing saat finis kedua di MotoGP Republik Ceko (Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Tim-tim satelit masih mendominasi ajang MotoGP musim 2020. Sampai tiga seri terlewati, tim-tim 'kelas dua' itu berhasil mengasapi mereka yang lebih kuat secara materi dan spesifikasi.

MotoGP Republik Ceko yang digelar Minggu (9/8) kemarin memunculkan Brad Binder sebagai pemenang. Memperkuat Red Bull KTM Factory Racing, Binder jadi pebalap tim pabrikan pertama yang menjejak podium teratas di musim ini.

Pada dua race pertama yang dilangsungkan di Jerez, Fabio Quartararo bersama Petronas Yamaha SRT yang jadi juara. Petronas Yamaha SRT adalah tim satelit.

Meski pebalap-pebalap tim satelit gagal jadi juara di Sirkuit Brno, tapi mereka masih mendominasi musim ini. Itu ditandai dengan keberhasilan dua pebalap tim satelit lain yang naik podium: Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) di posisi dua dan Johann Zarco (Epsonsoroma Racing) pada urutan tiga.

Jika melihat klasemen pebalap sampai balapan terakhir di MotoGP Republik Ceko, dalam possi 10 besar ada 5 pebalap tim pabrikan dan 5 rider tim satelit.

Lalu, apa sih bedanya tim pabrikan dan tim satelit?

Tim pabrikan, sesuai namanya, adalah tim yang dimiliki oleh pabrikan sepeda motor. Misalnya Yamaha Factory Racing, Ducati Team, Red Bull KTM Factory Racing, Aprilia Racing Team Gresini, Suzuki Ecstar, dan juga Repsol Honda.

Karena dimiliki oleh pabrikan motor, tim-tim ini punya kekuatan keuangan yang lebih baik. Dana yang lebih besar membuat tim pabrikan bisa mengembangkan motor dengan lebih oke, mendapat pebalap top, staff dan insinyur yang juga lebih baik, prioritas dalam hal upgrade dan onderdil, dan yang juga sangat penting kemampuan menggaet sponsor-sponsor kelas kakap.

Tim pabrikan jadi incaran para pebalap. Tim pabrikan juga memiliki orang-orang di belakang layar yang lebih mumpuni, termasuk dalam public relation, serta dukungan fisik maupun psikolgis. Gaji di tim pabrikan lebih besar dibanding tim satelit.

Untuk tim satelit, mereka tak punya motor sendiri. Tim-tim satelit meminjam atau menyewa dari tim pabrikan. Lalu apakah motor yang dipinjam/disewa oleh tim satelit sama seperti yang dipunya tim pabrikan?

Jawabannya: tidak juga. Motor apa yang dipinjamkan oleh tim pabrikan tergantung kesepakatan yang dicapai kedua pihak. Termasuk soal ketersediaan onderdil, pengembangan motor, dan pembagian data.

Pada umumnya, Tim Pabrikan memberikan perlengkapan yang lebih sedikit pada tim satelit. Tentu saja tim pabrikan tak mau dikalahkan oleh tim yang dalam banyak hal kalah kelas dari mereka.

Kondisi tersebut membuat tim satelit tak punya kekuatan keuangan seperti tim pabrikan. Sponsor yang datang pun umumnya kalah gemerlap dibanding yang ada di tim satelit.



Simak Video "Rossi Posisi Ketujuh Kualifikasi MotoGP Emilia Romagna"
[Gambas:Video 20detik]
(din/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com