Rabu, 08 Apr 2020 07:16 WIB

Setiap Balap Ada 2.000 Orang di Paddock, MotoGP Sulit Digelar di Tengah Corona

Luthfi Anshori - detikOto
SPIELBERG, AUSTRIA - AUGUST 11: The MotoGP riders start from the grid during the MotoGP race during the MotoGp of Austria - Race at Red Bull Ring on August 11, 2019 in Spielberg, Austria. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images) Balapan perdana MotoGP musim 2020 terus ditunda karena virus Corona (Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Jakarta -

MotoGP musim 2020 terus mengalami penundaan seri pembuka seturut terjadinya pandemi corona. Ajang balap motor terpopuler ini pun sulit digelar sekalipun tanpa penonton di tribun. Soalnya di setiap seri, ada ribuan orang di paddock, yang berpotensi menularkan virus.

Dalam sebuah wawancara dengan Speedweek, CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, mengatakan, dalam satu gelaran MotoGP melibatkan total sekitar 2.000 orang di paddock dari tiga kelas, yakni Moto3, Moto2, dan MotoGP.

"Jika kami mencoba menguranginya dengan hanya membiarkan pebalap, mekanik, dan anggota kru yang boleh ikut itu pun jumlahnya masih 1.000 orang," kata Ezpeleta.

Itu baru yang ada di area pitstop. Masih banyak personel yang diperlukan pantia untuk mengorganisir acara, mulai dari petugas marshal, tenaga medis, petugas televisi, hingga petugas yang terlibat di bagian keamanan.

Selain dari sisi kesehatan, pertimbangan tidak menggelar MotoGP juga disebabkan lantaran tidak ada penonton yang ingin ke sirkuit di tengah wabah penyakit.

Ezpeleta pun tidak memiliki opsi menggelar MotoGP dengan skenario lain, seperti mengurangi jumlah penonton di sirkuit atau membatasi jarak penonton di tribun. "Bahkan dengan 5.000 penonton sudah cukup menginfeksi sejumlah besar orang," tuturnya.



Simak Video "MotoGP Prancis Molor ke Bulan Juni?"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com