Senin, 17 Feb 2020 15:24 WIB

Tanpa Suara Bising, Formula E Jakarta Jadi Kurang Menarik?

Luthfi Anshori - detikOto
BERLIN, GERMANY - MAY 25: In this handout from FIA Formula E -  Alexander Sims (GBR) BMW I Andretti Motorsports, BMW iFE.18 at Tempelhof Airport on May 25, 2019 in Berlin, Germany. (Photo by FIA Formula E/Handout/Getty Images) Tanpa mesin konvensional, balap Formula E terasa senyap.Foto: (Getty Images)
Jakarta -

Formula E Jakarta akan digelar dalam hitungan bulan. Meski ajang balap tersebut berskala internasional, Formula E dianggap belum cukup mampu menarik minat penonton dan penyuka balap. Alasannya, karena Formula E menggunakan listrik yang senyap, sehingga minim kehebohan yang biasanya ditimbulkan dari raungan mesin seperti pada balap Formula 1.

"Lombanya memang masih kurang populer, nggak seperti Formula 1. Jadi ini kan lomba tanpa (bahan bakar-red) fosil, suaranya nggak kedengaran," kata pengamat olahraga Budiarto Shambazy, saat dihubungi detikcom, Senin (17/2/2020).

Lanjut Budiarto menambahkan, saat ia berkesempatan menonton balap Formula 1, yang selalu dikejar oleh kebanyakan penonton adalah prosesi start. Di situ penonton merasakan kehebohan saat mendengar lengkingan mesin mobil Formula 1.

"Saya beberapa kali nonton Formula 1 itu yang kita kejar dan membuat kita antre itu naik ke atas gedung untuk dengar suara lebih jelas lagi. Jadi ada unsur excitement-nya ketika mendengar suara (mesin-red). Terutama waktu start pertama," terang Budiarto.

Jika dibandingkan balap Formula 1, Formula E kemungkinan besar tidak bisa memenuhi ekspektasi para pencinta balap yang ingin mendengarkan suara mesin ICE (Internal Combustion Engine) saling beradu cepat.

"Jadi memang ini bukan lomba seperti yang kita bayangkan. Mobil-mobil formula yang berseliweran tanpa suara itu kurang enak," ujar Budiarto.

Meski begitu, penyelenggara Formula E mengklaim Indonesia memiliki banyak penggemar balapan mobil listrik ini. Menukil data dari Chime Sport Management, hasil pendataan mencatat ada 3,3 juta penggemar Formula E di Indonesia. Sebagian besar berada di Jakarta dan sekitarnya.

"Mengambil data dari Chimes Sport Management, Formula E fans di Indonesia ada 3,3 juta. Ini 54 persen ada tiga: Jakarta, Banten, dan Jawa Barat," ujar Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (JakPro) Dwi Wahyu Daryoto dalam media briefing Formula E di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020).



Simak Video " Formula E Jakarta Jadinya di GBK?"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com