Senin, 17 Feb 2020 10:51 WIB

'Macet Jakarta Sudah Gawat Darurat, Malah Ditambah Formula E'

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Sirkuit Formula E Rancangan sirkuit Formula E di Monas. Melewati Medan Merdeka Selatan dan masuk ke kawasan Monas. Foto: Dok. Formula E
Jakarta -

Formula E akan digelar 6 Juni 2020 di Jakarta. Wilayah sekitar Monas akan dibikin sirkuit jalan raya untuk balapan mobil listrik itu. Namun, penggunaan jalan raya untuk sirkuit Formula E disebut berpotensi menambah kemacetan.

Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW) Edison Siahaan menyayangkan penyelenggaraan Formula E di jalan raya. Menurutnya, Formula E yang diselenggarakan di sekitar Monas cenderung menimbulkan kemacetan.

"Orang menyeberang jalan saja akan mempengaruhi kecepatan kendaraan di jalan. Apalagi melakukan kegiatan seperti itu. Nggak mungkin tidak mengganggu (kelancaran lalu lintas di sekitar Monas)," kata Edison kepada detikcom melalui sambungan telepon, Senin (17/2/2020).

"Kondisi lalu lintas saat ini yang masuk kategori gawat darurat, ditambah kegiatan-kegiatan seperti itu, paling sekelompok masyarakat saja yang hobi (Formula E-Red) itu," tambahnya.

Sirkuit Formula E di Monas akan menggunakan jalan raya. Sirkuit Formula E di Monas akan menggunakan jalan raya. Foto: ist.

Sebelumnya, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai partner penyelenggara Formula E di Jakarta, memastikan Formula E tidak akan melumpuhkan lalu lintas ibu kota. Meski begitu, Direktur Utama Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto, bilang mungkin ada kemacetan jika ada penutupan jalan, tapi tidak terlalu drastis.

"Karena acara hari Sabtu jadi mungkin dari segi volume kendaraan juga akan berkurang. Mereka (Formula E) melakukan hal itu karena supaya tidak bentrok dengan Formula 1 dan MotoGP yang menggelar lombanya di hari Minggu. Setahu saya filosofi Formula E itu saat menggunakan track diusahakan tidak menyebabkan kemacetan," ujar Dwi.

Namun, menurut Edison, digelarnya Formula E di kawasan Monas pasti mempengaruhi kelancaran lalu lintas. Dia mencontohkan, jika satu kendaraan memperlambat laju karena ada gelaran Formula E di sekitaran Monas, maka banyak kendaraan lain di belakangnya yang ikut mengerem. Ujung-ujungnya menimbulkan kemacetan lalu lintas.

"Kecuali (Formula E) ini hal yang menjadi penting, urgent. Kita tolerir lah. Kalau nggak digelar (Formula E) itu emang kenapa? Terus masyarakat Ibu Kota (kalau tidak diselenggarakan Formula E) semangat juangnya menurun? Kan tidak juga. Ada peningkatan ekonomi (untuk masyarakat-Red)? Kan tidak juga. Kita sudah kesulitan dengan kemacetan," ujarnya.



Simak Video "Pakai Joki di Formula E Virtual, Pembalap Audi Diputus Kontrak"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com