Honda Ajarkan Siswa SMK Cara Balapan

Honda Ajarkan Siswa SMK Cara Balapan

M Luthfi Andika - detikOto
Senin, 04 Nov 2013 08:31 WIB
Honda Ajarkan Siswa SMK Cara Balapan
Tegal - Untuk menjaring calon pebalap berbakat PT Astra Honda Motor (AHM) regional Jawa Tengah (Astra Motor Semarang) memberikan pelajaran balapan yang baik di sirkuit kepada anak sekolah.

Program Honda 'Jadilah Juara Bersama Bladev (JJBB)' ini mendapat sambutan yang tinggi dari para siswa di Jawa Tengah.

"Program ini dilaksanakan untuk mensosialisasikan bagaimana cara balapan yang baik dan benar. Karena kita juga memberikan berbagai pelatihan seperti safety riding dan teknologi Injeksi PGM-FI," ujar Technical Instructor Astra Motor Semarang, Didi Wahyudi, di SMK Dinamika, Tegal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelatihan balap pada siswa SMK ini dikemas dalam bentuk roadshow. Dimana para siswa akan mendapatkan sesi coaching dan sharing dari pembalap tim ART, sosialisasi teknologi PGM-FI Honda oleh technical instructor Main Dealer Training Centre Semarang dan sosialisasi safety riding oleh instructor safety riding.

Akhirnya seleksi pun dilakukan di Pantai Alam Indah Tegal, pada 30 September hingga 1 November. Dimana HRC Semarang memilih 10 pebalap pemula potensial yang berusia maksimal 18 tahun. Dan akan diikutkan dalam kelas khusus pada ajang HRC.

"Program ini sudah berjalan beberapa tahun terakhir, namun saat ini program ini baru menjadi program dari Astra Motor Semarang. Tapi kalau soal sosialisasi injeksi dan safety riding itu kami lakukan setiap bulan, dan kita lebih mengarahkan ke sekolah-sekolah menengah atas atau perguruan tinggi," tambahnya

Namun tidak takutkah Honda, jika hal itu menumbuhkan jiwa membalap pemuda di jalanan umum?

"Tidak takut disalahartikan. Karena kita juga memiliki program balap untuk kelas pemula, 'Jadilah Juara Bersama Blade'. Dan di Tegal saja ada 30 siswa yang mendaftar, lalu kami seleksi menjadi 10 siswa," tambah Didi.

Selain itu Astra Honda Semarang juga selalu menerapkan dan memberikan penyuluhan untuk berlaku safety riding dijalanan selain memberikan pelajaran balapan yang baik dan benar.

"Kami melakukan seleksi selama 3 hari, satu hari untuk teori dan 2 hari untuk praktek. Dan sebenarnya program ini sudah berjalan mulai dari 2008, namun sempat vakum dan kemudian dihidupkan kembali. Selain itu program ini hanya berlaku untuk siswa maksimal 18 tahun, kalau bagus nanti dia akan naik kelas," tutupnya.

(lth/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads