Insiden antara Marquez dengan Pedrosa terjadi di lap enam MotoGP Aragon, pekan lalu. Saat beradu kebut, motor Pedrosa dan Marquez sedikit bersenggolan dan membuat Pedrosa terjatuh dan akhirnya gagal finis. Benturan kecil tersebut merusak sensor kecepatan di roda belakang Pedrosa, yang membuat traksi kontrol motornya ikut rusak.
Adalah Marquez yang kemudian banyak disalahkan, karena gaya membalapnya yang dianggap berbahaya sejak awal musim. Atas kejadian tersebut, duo Honda itu dipanggil untuk dimintai keterangan saat seri berikutnya berlanjut di Sepang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika saya berada di posisi itu lagi saya akan melakukan hal yang sama, memilih ke luar) jalur yang lebih aman. Saya akan menghormati keputusannya (jika hukuman dijatuhkan)," sahut Marquez diberitakan Marca.
"Saya berbicara dengan Pedrosa selama satu atau dua menit setelah kecelakaan itu. Saya ingin mengetahui kondisinya setelah dia terjatuh dan dia tak mengalami cedera, itu sangat penting. Kejadian itu hanya sekadar nasib buruk, dan bukan karena sebab yang lain," lanjut rider 20 tahun yang kini memuncaki klasemen pebalap itu.
Marquez kini unggul 39 poin atas Jorge Lorenzo di posisi dua. Dengan balapan tinggal menyisakan empat seri lagi, pemuda asal Spanyol itu bisa mengukir sejarah dengan menjadi juara dunia di musim debutnya.
Stoner Juga Kritik Gaya Membalap Marquez
Bukan cuma Jorge Lorenzo yang melontarkan kritik atas gaya membalap Marc Marquez. Mantan pebalap Honda, Casey Stoner, juga mengungkapkan pernyataan senada, dan meminta Marquez lebih menghormati lawan-lawannya.
Kritikan Lorenzo pada Marquez datang menyusul insiden yang melibatkan pebalap muda Honda itu dengan Dani Pedrosa pada balapan di MotoGP Aragon, akhir pekan lalu. Saat beradu kebut, motor Pedrosa dan Marquez sedikit bersenggolan dan membuat Pedrosa terjatuh dan akhirnya gagal finis.
Insiden di Aragon disebut Lorenzo bukan sesuatu yang serius, namun akumulasi aksi-aksi Marquez di sepanjang musim ini disebutnya sangat membahayakan dirinya sendiri dan pebalap lain.
Penyataan senada kini diutarakan Stoner. Eks rider Honda yang sudah memutuskan pensiun itu menyebut Marquez harus lebih tenang dan menghormati pebalap lainnya.
"Beberapa pebalap harus berusaha lebih tenang. Saya menaruh hormat pada Marc, tapi tahun ini dia tak punya hormat pada orang-orang yang ada di sekitarnya," sahut Stoner seperti diberitakan La Gazzetta dello Sport.
Marquez disebut Stoner punya bakat besar di balapan Grand Prix, namun itu harus diimbangi juga dengan sikap yang lebih baik.
"Dia melakukannya dengan sangat baik (di atas lintasan), dan dia akan bisa memenangi gelar juara dunia jika bisa lebih menghormati dan lebih penuh perhitungan, itu adalah nilai yang terpenting," lanjut Stoner.
(din/syu)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi