Astra Honda Motor (AHM) pernah menyatakan setidaknya akan menjual 1 juta unit motor listrik pada 2030. Namun mengingat konsumen yang belum percaya akan motor listrik, yang membuat market motor listrik tidak tumbuh signifikan, apakah target AHM tersebut masih memungkinkan?
Direktur Marketing AHM, Octavianus Dwi, memberi jawaban dengan mengibaratkan layaknya sebuah bendera yang telah ditancapkan di puncak gunung, masing-masing brand atau pabrikan akan berusaha menuju puncak dengan kecepatan masing-masing.
"Ya kita realistis juga.Karena ambisi is One Thing,tapi kan ketika realisasi tuh ngeliat dari market, kesiapan pasar juga kita akan sesuaikan pasti," ujar Octa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika melihat rencana Honda motor di Indonesia pada tahun 2023 lalu, untuk bisa mencapai 1 juta unit Honda setidaknya telah memiliki 7 model motor listrik di Indonesia. Saat ini Honda telah memperkenalkan 4 motor listrik, dan masih diupayakan akan memperkenalkan 3 motor listrik lainnya di Indonesia.
"Mungkin itu,nanti dilihat aja. Jadi begini, sebenarnya kalau sudut pandangnya harusnya tetap dari konsumen. Konsumen itu akan meng-accept. Dia kan pasti ada harga yang harus dia bayar, sesuai nggak sih dengan benefitnya dan lain sebagainya. Nah sebenarnya di kami (Honda), di pemerintah itu kan, bisa mengintervensi, ya perlu semua stakeholder lah harusnya. Ya tapi memang pada akhirnya kan pilihannya ada di konsumen," tambah Octa.
"Nah saat-saat ini masih banyak hal ya kita perlu sama-sama bersama konsumen untuk understand. Di situasi marketnya EV ini, apa sih yang mesti dicari? Yang gap-nya masih ada ya. Realitinya bahwa ternyata nggak semua habit konsumen atau semua area itu meminta itu. Dan tercermin dari semua pemain lah, bukan hanya kita (Honda). Akhirnya kan sistem yang disediakan opsional. Ada yang swap, ada yang direct charge. Ada yang kombinasi lah. Biarkan itu semua berjalan gitu," Octa menambahkan.
Octa kembali menegaskan semua balik ke tangan konsumen, apakah mau menerima kehadiran motor listrik di Indonesia atau tidak, semua langkah atau ikhtiar telah dilakukan semua pabrikan sepeda motor di Indonesia untuk bisa lebih memasarkan motor listrik.
"Sudah banyak pilihan kan sebenarnya di market. Akhirnya terbukti sebenarnya total marketnya pun saat ini baru 1% kali ya, atas total market," ungkap Octa.
"Artinya kan masih punya gap-lah dengan ekspektasinya, market seperti apa. Itu kita sama-sama perjalanan ini ya kita bersama. Artinya AHM pun kan tidak meninggalkan (telah memperkenalkan 4 produk motor listrik dan akan menyusul 3 motor listrik lainnya), dan kita tetap akan ikutin prosesnya," tambah Octa dengan nada tenang.
Jika melihat market motor listrik yang tidak berkembang saat ini, apakah mungkin hal tersebut diakibatkan rencana pemerintah yang kontra produktif dengan menerapkan sistem konversi sehingga menjadi penghambat perkembangan motor listrik?
Honda CUV e: Foto: Dok. Wahana Honda |
"Karena itu belum dijalankan ya kita belum tahu. Karena kan balik lagi ya itu kan masih banyak hal kan perlu didetailkan teknisnya.Dan itu kan belum, sehingga bagi market sebenarnya belum ada perbedaan apa-apa juga. Jadi belum sampai ke impact-nya," ucap Octa.
"Ya akhirnya harus semua pihak melihat dan punya PR, kalau memang mau ke sana ya kita mesti bareng-bareng ngeliat realitanya kayak apa. Kalau saya kasih perumpamaan ya, bendera kan sudah ditancepin di atas gunung, tapi pada akhirnya kan kecepatan mencapai ke situnya kan berbeda-beda. Mungkin diperlukan adjustment," pungkasnya.












































Komentar Terbanyak
Ramai Aksi Warga Perbaiki Sendiri Jalanan, Padahal Sudah Bayar Pajak Kendaraan
QR Code Pertalite Kendaraan Nunggak Pajak Disarankan Dihapus
Kerap Bikin Macet, Kenapa Perbaikan Jalan Tol Nggak Selesai-selesai?