Bahaya Moge Diizinkan Masuk Tol: Kalau Dicampur Makin Kacau!

ADVERTISEMENT

Bahaya Moge Diizinkan Masuk Tol: Kalau Dicampur Makin Kacau!

Ridwan Arifin - detikOto
Rabu, 11 Jan 2023 19:33 WIB
Rombongan moge masuk tol di Riau
Foto: Rombongan moge masuk tol di Riau (Istimewa)
Jakarta -

Pakar keselamatan berkendara, Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu merespons keinginan klub motor gede untuk bisa diizinkan masuk tol. Menurutnya budaya tertib berlalu lintas di tol tanpa motor masih memprihatinkan.

Jusri mengungkapkan kebiasaan menyetir yang salah di tol yang pertama ialah fenomena lane hogger. Padahal lajur kanan hanya diperuntukkan menyalip kendaraan lain, setelah berhasil mendahului maka seharusnya pindah ke lajur sebelah kiri jika sudah kosong alias tidak ada kendaraan lain.

"Ketertiban berlalu lintas di Indonesia tidak mencerminkan ketika berada di jalan tol. Kita lihat lajur untuk menyalip jadi lajur lane hogger, sehingga banyak orang tidak sabar mengambil bahu jalan sebagai jalur lintas cepat," ujar Jusri saat dihubungi detikcom, Rabu (11/1/2023).

"Ketertiban lane exercise atau ketertiban berlajur di Indonesia belum menjadi suatu kebutuhan dari kenyamanan dan keselamatan ketika berada di jalan tol. Ketertiban berlajur di jalan bebas hambatan seperti tol yang berbayar, itu sebenarnya adalah sumber kelancaran lalu lintas di jalan tol," sambung dia.

Itu baru satu contoh kebiasaan yang belum tepat di jalan tol. Belum lagi batasan kecepataan saat berada di tol. Tak jarang pengguna kendaraan bermotor langsung ngegas ketika melihat jalan sepi.

"Behaviour pengguna kendaraan bermotor, dan itu (jalan sepi geber) manusiawi ketika pemahaman tentang keselamatan mereka masih rendah, naluri yang akan mendorong mereka melakukan hal tersebut. Begitu mereka lihat jalan sepi, mereka akan geber. Kemudian tingkat kewaspadaan akan turun," ujar Jusri.

"Itu dari kesadaran masyarakat yang masih rendah, masyarakat yang punya awareness sudah tinggi tentang keselamatan. Mereka akan menurunkan kecepatan ketika jalan sepi. Kenapa? karena jalan raya adalah ruang publik," tambah dia.

Jusri melanjutkan faktor keselamatan lain yang perlu diperhatikan ialah tingkat bahaya ketika mengendarai sepeda motor. Dia bilang tubuh dalam kondisi 'full body contact' bisa bersentuhan langsung objek sepert aspal, ban, dan benda lain. Berbeda dengan moda transportasi lain seperti mobil, yang diproteksi mulai dari body kendaraan, seat belt bahkan ada air bag.

"Pengendara roda dua sangat rentan dengan cedera serius. Mereka kalau terjadi kecelakaan langsung full body contact. Tidak ada barrier, tidak ada pelindung," ujar Jusri.

"Sepeda motor, merupakan kendaraan bermotor tidak pernah mengenal kata stabil, yang ada seimbang. Terlalu pelan bisa turun kaki, terlalu cepat hilang kendali," tambah dia.

Sebenarnya Indonesia punya jalan tol yang bis dilewati motor. Misalnya jembatan tol Surabaya-Madura (Suramadu). Jalur ini dibangun di masa kepresidenan Megawati Soekarno Putri pada tahun 2003. Namun baru diresmikan oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono di tahun 2009.

Kedua, jalan tol Bali Mandara yang memiliki jalur khusus motor. Kemudian, jalur khusus motor juga berada di jalan tol Bali Mandara.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 44 jalan tol di Indonesia boleh dilalui kendaraan roda dua bila memiliki jalur khusus. Aturan itu menyempurnakan Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol.

"Pada jalan tol dapat dilengkapi dengan jalur jalan tol khusus bagi kendaraan bermotor roda dua yang secara fisik terpisah dari jalur jalan tol yang diperuntukkan bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih," tulis pasal 38 poin 1a.

Jusri lebih setuju jika moge boleh masuk tol jika diberi pembatas seperti di tol Bali Mandara dan Suramadu.

"Dengan kekacauan ini saya tidak setuju kalau aturan moge masuk jalan tol disamaratakan untuk infrastruktur seluruh jalan tol di Indonesia. Dengan kata lain saya akan setuju kalau motor masuk jalan tol bilamana infrastrukturnya dibuat sebagaimana di Bali atau di Madura," kata Jusri.

"Kalau seandainya ada koridor khusus sepeda motor saya setuju. Karena sepeda motor, opini saya ini melindungi keselamatan para pengendara motor, dan melindungi juga keterlibatan orang-orang tidak berdosa akibat terjadinya kecelakaan yang melibatkan pengendara motor dan mobil atau roda empat lebih," jelas dia.



Simak Video "Moge Enggak Boleh Masuk Tol, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lth)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT