Rasio Kompresi Mesin Tinggi, Kok Honda CBR250RR Masih Boleh 'Minum' Pertalite?

ADVERTISEMENT

Rasio Kompresi Mesin Tinggi, Kok Honda CBR250RR Masih Boleh 'Minum' Pertalite?

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Sabtu, 08 Okt 2022 15:45 WIB
PT Astra Honda Motor resmi meluncurkan Honda CBR250RR baru di Indonesia. Motor sport tersebut diluncurkan di fasilitas produksi AHM, Karawang, Jawa Barat.
Honda CBR250RR masih aman tenggak Pertalite. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

PT Astra Honda Motor (AHM) telah resmi meluncurkan Honda CBR250RR baru dengan pembaruan di sektor mesin. Meski tak banyak berubah, namun motor sport tersebut diklaim lebih bertenaga dibandingkan versi sebelumnya.

Kini, rasio kompresi Honda CBR250RR baru berada di angka 11,5 : 1 untuk versi standard dan 12,5 : 1 untuk versi SP dan SP-Quick Shifter. Menariknya, meski terbilang tinggi, namun motor tersebut masih boleh menenggak Pertalite atau BBM lain dengan RON 90.

"Kalau soal BBM, sesuai di buku manual, Honda CBR250RR baru masih bisa pakai bensin dengan RON 90. Bahkan, pengetesan motornya juga pakai BBM itu," ujar Endro saat ditemui di fasilitas safety riding AHM yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat.

Pernyataan Endro membuat sebagian kita mungkin bertanya-tanya, mengapa Honda CBR250RR baru masih dibolehkan menenggak Pertalite? Padahal BBM jenis tersebut hanya disarankan untuk motor dengan rasio kompresi 9 : 1 hingga 10 : 1.

Menjawab pertanyaan itu, Endro menekankan, motor-motor Honda sudah menggunakan sistem pembakaran PGM-FI. Sehingga, menurutnya, bahan bakar bisa secara optimal dipasok sesuai kebutuhan mesin.

"Jadi karena keberadaan sistem PGM-FI itu, motor ini bisa menggunakan bahan bakar yang (nilai oktannya) minim," ungkapnya.

Menurut Endro, 12,5 : 1 merupakan rasio kompresi tertinggi pada motor Honda yang dijual di Indonesia. Itu artinya, jika New CBR250RR saja bisa menenggak Pertalite, tandanya produk mereka yang lain juga boleh.

"Kalau di kita, itu kadang-kadang menyimpang. Soalnya dengan teknologi yang ada, motor Honda masih bisa menggunakan bahan bakar yang RON-nya 90. Rata-rata motor kita memang masih pakai RON 90, meski rasio kompresinya 11 atau 12, itu masih bisa pakai RON 90," tegasnya.

Lebih jauh, dia menjelaskan, seandainya BBM jenis Premium masih ada dan dijual bebas di Indonesia, motor-motor kecil Honda masih boleh menenggaknya, misalnya seperti Honda BeAT, Genio, ataupun Scoopy.

"Motor Honda dengan kompresi terendah ada di 10 : 1, dan itu masih bisa pakai RON 90. Bahkan, seharusnya masih bisa pakai RON 88. Sementara yang paling tinggi kompresinya ya 12,5 : 1 tadi," kata Endro.



Simak Video "Ini Dampak Motor Diisi Bensin yang Terlalu Tinggi RON-nya"
[Gambas:Video 20detik]
(sfn/dry)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT