Tak Ada Motor yang Cocok Pakai RON 88, Premium Harusnya Sudah Hilang dari 2003

Ridwan Arifin - detikOto
Rabu, 29 Des 2021 06:49 WIB
PT Pertamina (Persero) menurunkan harga BBM. Penurunan ini berlaku mulai Minggu 5 Januari 2020 pukul 00.00 waktu setempat.
Ilustrasi isi bensin di SPBU Pertamina Foto: Antara Foto/M Agung Rajasa
Jakarta -

Pemerintah bakal menghapus BBM jenis Premium tahun depan. Pertanyaannya masih terdapat sepeda motor keluaran terbaru yang direkomendasikan meminum BBM dengan RON 88?

Ahli Konversi Energi dari Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung Tri Yuswidjajanto Zaenuri mengungkapkan produsen sepeda motor roda dua sudah melakukan penyesuaian terhadap desain mesin sejak bergulirnya aturan Euro 2 di Indonesia.

"Harusnya kita sudah menghapus premium di tahun 2003, kenapa? karena di 2003 itu kan kita sudah mencanangkan mengadopsi standar emisi Euro 2. Kalau Euro 2 itu minimum oktannya 91," kata Tri saat dihubungi detikcom, Selasa (28/12/2021).

"Pertalite (RON 90) pun tidak masuk. Artinya Pertamax (RON 92) lebih cocok. Sebelum itu (Euro 2) diberlakukan, biasanya produsen kendaraan sudah mengubah dulu kendaraannya agar sesuai dengan Euro 2, artinya cocok dengan RON minimum 91," sambung dia.

Mayoritas masyarakat saat ini sudah menggunakan kendaraan modern atau keluaran terbaru. Mengutip laman Pertamina, masing-masing jenis BBM disesuaikan dengan kompresi mesin. Nah, untuk sepeda motor keluaran terbaru apakah masih ada motor yang cocok menggunakan BBM premium?

Motor-motor keluaran terbaru kebanyakan dibuat dengan kompresi di atas 9:1. Bahan bakar Pertalite memiliki angka oktan 90 yang diklaim cocok untuk kompresi dengan kompresi 9:1 hingga 10:1.

Motor-motor keluaran terbaru rata-rata direkomendasikan menggunakan bahan bakar paling rendah, yakni Pertalite. Hal ini berdasarkan kompresi di bawah 10:1 di antaranya model seperti Revo-X, Super Cub C125, CT 125, Supra X 125 FI, Scoopy, Honda BeAt, Genio, CB 150 Verza, CRF150L, Freego, Mio S, X-Ride, Mio M3, Mio Z, Soul GT, dan Fino.

"Sepeda motor itu tahun 2003 Euro 2, tahun 2013 itu Euro 3. Walaupun Euro 3 dan Euro 4 tetap minimum oktannya 91. Harusnya karena sudah ada penyesuaian dua kali sepeda motor ya, mestinya nanti dengan Pertamax harusnya lebih bagus, kan," jelasnya.

Pertalite dan Premium mau dihapus

Premium dan Pertalite mau dihapus. Pemerintah menyatakan serius untuk berupaya memperbaiki kondisi lingkungan dengan mendorong penggunaan BBM yang ramah lingkungan.

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Soerjaningsih mengatakan Indonesia memasuki masa transisi yaitu BBM RON 90 akan menjadi bahan bakar antara menuju BBM yang ramah lingkungan.

"Kita memasuki masa transisi di mana Premium (RON 88) akan digantikan dengan Pertalite (RON 90), sebelum akhirnya kita akan menggunakan BBM yang ramah lingkungan," katanya dikutip Sabtu (25/12/2021).

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok buka suara terkait alasan BBM jenis Premium yang dihapus. Hal itu dilakukan agar Pertamina tidak menjual bahan bakar yang membahayakan kesehatan.

Sepengetahuan Ahok, Premium akan dihapus pada tahun depan. Kemudian, subsidi Premium bakal dialihkan ke Pertalite.

"Kalau baca RKAP 2022 iya (dihapus). Subsidi geser ke Pertalite agar tidak jualan yang bahayakan kesehatan dan dari sisi produksi kilang sekarang modern tidak proyeksi Premium" katanya.



Simak Video "Premium-Pertalite Bakal Dihapus, Apa Semua Motor Cocok Pakai Pertamax?"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)