Knalpot Bising Dilarang, Bagaimana Pengaruhnya ke Perajin Knalpot di Ciamis

Dadang Hermansyah - detikOto
Kamis, 10 Jun 2021 11:33 WIB
Perajin Knalpot Ciamis di tengah maraknya razia knalpot bising,
Nasib perajin knalpot di Ciamis di tengah maraknya razia knalpot bising oleh kepolisian (Dadang Hermansyah/detikOto)
Ciamis -

Pihak berwajib kini gencar merazia knalpot bising yang tertuang dalam Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 Tahun 2009. Apakah aturan itu berdampak pada para pelaku UMKM pembuat knalpot di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat?

Ramdan Ardiansyah (30), seorang pembuat knalpot yang sekaligus pemilik 'Rapi Knalpot' di Kabupaten Ciamis, tepatnya di Jalan Kawali-Cirebon, Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, mengaku aturan tersebut sedikitnya berpengaruh terhadap omzet usahanya. Namun efeknya tidak signifikan. Menurutnya, hal itu kembali kepada pengguna sepeda motor atau konsumen itu sendiri.

"Saya bikin knalpot sesuai pesanan, juga reparasi knalpot. Dengan adanya aturan larangan knalpot bising memang berpengaruh tapi tidak signifikan. Paling si konsumen kalau ditegur oleh petugas, knalpotnya dibawa lalu suaranya dikecilkan, atau buat yang baru dan mereparasi yang standar," ujar Ramdan dalam perbincangan dengan detikOto belum lama ini.

Menurut Ramdan, bukan aturan larangan knalpot bising yang mempengaruhi bisnisnya tapi Pandemi COVID-19. Hal itu dirasakannya sudah hampir setahun sejak pandemi melanda.

Dari yang biasanya setiap hari pesanan pembuatan selalu mengalir minimal 2 unit kenalpot. Sekarang dalam seminggu hanya ada 1 pesanan pembuatan knalpot. Tidak hanya pembuatan knalpot, reparasi knalpot pun kini jarang yang biasanya mencapai 7-10 knalpot sehari.

Perajin Knalpot Ciamis di tengah maraknya razia knalpot bising,Perajin Knalpot Ciamis di tengah maraknya razia knalpot bising, Foto: Dadang Hermansyah/detikOto

"Kalau bagi saya yang paling besar pengaruhnya untuk usaha saya itu pandemi, sangat dirasakan sepi. Kalau aturan knalpot bising itu memang sudah lama ada tapi tidak berpengaruh signifikan, malah yang reparasi sering bolak balik membetulkan knalpotnya," kata Ramdan.

Ramdan menanggapi aturan larangan knalpot bising ini sebagai warga negara yang baik ikut mendukung. Tapi hal tersebut kembali kepada para pengguna motor itu sendiri.

Ramdan membuka usaha pembuatan knalpot ini setelah keluar dari pekerjaannya di tempat produksi knalpot di Tasikmalaya pada tahun 2007 sampai 2012. Setelah menikah lalu ingin mandiri membuka usaha di awal tahun 2012, dibantu dengan kerabat dan pamannya.

"Referensi membuat knalpot kalau disini sesuai pesanan. Jadi membuat kalau ada pemesan, jarang bikin produk sendiri paling hanya satu dua sebagai sampel. Atau paling memberikan saran ke pemesan sesuai trendnya. Hasil produk tidak pakai merek, hanya stiker. Kalau pakai merek kan harus mengurus izin dan lainnya," jelasnya.

Perajin Knalpot Ciamis di tengah maraknya razia knalpot bising,Perajin Knalpot Ciamis di tengah maraknya razia knalpot bising, Foto: Dadang Hermansyah/detikOto

Harga satu unit knalpot yang diproduksi Ramdan sekitar Rp 250 ribu sampai Rp 350 ribu tergantung jenis sepeda motor. Untuk motor bebek biasanya Rp 250 ribu, sedangkan motor matic lebih malah lagi. Apabila hanya mereparasi atau membobok knalpot tarifnya Rp 70 ribu.

"Konsumen datang dari beberapa daerah, seperti Majalengka, Kuningan, Panjalu, Majenang, Garut, bahkan ada dari Jawa Tengah juga, Alhamdulillah sudah banyak yang kenal dari mulut ke mulut. Kebanyakan yang bikin itu untuk bebek dan motor klasik," jelasnya.

Untuk memproduksi knalpot, Ramdan biasanya menggunakan besi biasa dan jenis galpanis yang didatangkan dari Tasikmalaya dalam bentuk plat. Kemudian ia produksi sendiri dengan cara menggulungnya menggunakan mesin hingga berbentuk silinder. Sedangkan untuk keperluan bahan lainnya, ia datangkan dari Purbalingga sebagai pusat knalpot.

"Kesulitannya paling membuat knalpot untuk motor trail, karena banyak liku-liku dan tabung, sehingga prosesnya cukup lama membutuhkan waktu sampai 2 hari. Kalau knalpot untuk motor bebek dalam sehari juga beres," ucapnya.

Perajin Knalpot Ciamis di tengah maraknya razia knalpot bising,Perajin Knalpot Ciamis di tengah maraknya razia knalpot bising, Foto: Dadang Hermansyah/detikOto

Menurutnya, lebih mudah mereparasi knalpot dibanding membuat knalpot. Sebab, kebanyakan konsumen yang meminta hanya memotong saringan bagian kenalpot agar suaranya lebih kencang, atau mengganti pipa saringan agar suaranya lebih halus.

"Suara knalpot itu pada dasarnya ditentukan oleh pipa saringan yang bolong, semakin pendek maka suara kendaraan akan semakin kencang. Tapi apabila terlalu pendek nantinya kendaraan tidak ada tenaganya. Kedua tergantung CC kendaraan, serta ukuran diameter silinder. Secara umum knalpot bising atau racing tidak akan merusak mesin kendaraan," jelas pria yang hanya lulusan SMP ini.

Ramdan mengaku selama menjalankan usaha pembuatan knalpot ini kendala yang dihadapi selain bahan baku, adalah kondisi Pandemi COVID-19 yang saat ini masih terjadi.

"Tidak pernah tes knalpot di acara balapan, karena lebih ribet jadi produksi hanya sesuai pesanan," ungkap warga kelahiran Tasikmalaya yang kini berdomisili di Ciamis.



Simak Video "Knalpot Bising Dirazia, Produsen Knalpot di Jabar Menjerit"
[Gambas:Video 20detik]
(din/rgr)