Kamis, 05 Nov 2020 14:21 WIB

Moge Ibarat Singa: Besar, Powerful, Menggelegar

Tim detikcom - detikOto
Michelin Indonesia bersama ratusan pengendara motor besar mengadakan kegiatan Sunmori. Dalam kegiatan itu juga turut disosialisasikan keselamatan berkendara Ilustrasi konvoi motor besar Foto: Dok. Michelin Indonesia
Jakarta -

Punya bentuk besar dengan suara knalpot menggelegar, itulah sedikit gambaran motor gede (moge) Harley-Davidson. Pengamat Otomotif Yannes Martinus menyebut dimensi motor serta ergonomi berkendara motor itu juga mempengaruhi sikap penunggangnya.

"Desainnya dulu, jadi kalau kita bicara desain, ini bukan saya bikin statement, tapi ini riset dari kampus paling keren di dunia, MIT," buka Yannes dalam program drooftalk, Rabu (4/11) semalam.

Lebih lanjut, Yannes menyebut posisi berkendara tangan terbuka lebar saat riding ternyata tak hanya mempengaruhi kenyamanan berkendara, tapi juga psikologisnya.

"Expansion body itu membuat siapa pun yang menggunakannya, yang berada dalam posisi expand posisinya. Itu akan menjadi sosok yang lebih berani, lebih merasa kuat, lebih berani mengambil risiko, makanya kalau kita lihat meja direktur, lebih gede kursinya, lebih besar," ujar Yannes.

Anak Moge Dilatih Safety Riding oleh PolisiIlustrasi posisi riding Harley-Davidson Foto: Dok. Eki Razaki/HOG Anak Elang Jakarta Chapter

"Expansion body ini membuat karakter manusia yang tadinya introvert jadi ekstrovert," sambung akademisi dari Institut Teknologi Bandung ini.

Kemudian bentuk Harley-Davidson, punya dimensi yang besar. Tidak hanya itu, dengan suara khas menggelegar mesin V-Twin yang diusung Harley-Davidson juga cukup membuat degup jantung bergetar.

"Sekarang saya lihat desain kendaraan Harley-Davidson mau nggak mau bikin kita expand. Itu baru dari gestur kita, kemudian visualnya body-nya gede."

"Jadi kalau dia di alam bebas kalau kita analogikan dengan hewan, setara singa deh, besar, powerful. Belum kalau dia mengaum, roaming-nya menggelegar, rpm-nya tinggi provoking dan bikin orang jadi agak kerut juga," jelas Yannes.

[Gambas:Video 20detik]



Seperti diketahui Harley-Davidson harganya tak murah. Harga yang tinggi ini secara tidak langsung menimbulkan gap sosial ekonomi di jalanan. Dari sana muncul perasaan eksklusivitas dan merasa superior dibanding lainnya.

"Nggak semua orang bisa punya," ungkap Yannes.



Simak Video "Moge Harley-Davidson Masuk Kategori Pejantan Alpha"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com