Selasa, 01 Sep 2020 09:33 WIB

KTM Mulai Dirakit di Gresik, Pakai Berapa Banyak Komponen Lokal?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
KTM 390 Adventure KTM 390 Adventure. (Ridwan Arifin/detikOto)
Jakarta -

Merek motor asal Austria, KTM, mulai memanfaatkan fasilitas pabrik perakitan di Indonesia. Melalui PT Penta Jaya Laju Motor (PJLM), motor KTM dirakit di Gresik, Jawa Timur.

Presiden Direktur PT Penta Jaya Laju Motor sebagai distributor KTM, Kristianto Goenadi, mengatakan, pabrik perakitan itu bisa menghasilkan 70 unit motor KTM per hari. Itu pun bisa ditingkatkan lagi.

"Kita akan start KTM 390 Adventure ini untuk CKD (perakitan lokal di Gresik). CKD akhir Agustus kita start production, jadi nanti minggu pertama/minggu kedua (September) ini kita delivery yang tipe adventure nanti menyusul tipe-tipe lain dari 200 sampai 390 kita semua produksi secara CKD," kata Kris.

Memang, saat ini motor KTM versi CKD ini murni hanya perakitannya yang dilakukan di Indonesia. Sementara penyerapan komponen lokal belum banyak.

"TKDN (tingkat komponen dalam negeri) sebagian. Karena TKDN ini lebih related ke principal. Kayak aki kita mulai pakai (komponen lokal). Item-item lain kita akan menyusul karena kita akan menyesuaikan approval dari principal, 90% masih impor, kita baru rakit aja," sebut Kris.

Harga motor versi CKD pun bisa ditekan. Menurut Kris, perbedaan harga impor CBU dengan versi perakitan lokal cukup jauh.

"Import duty sendiri dari 40% bisa jadi 10%. Beda jauh, itu salah satunya. Kemudian biaya STNK, biaya-biaya administrasi itu significantly berkurang. Pada akhirnya harganya akan lebih turun," katanya.

KTM 390 Adventure menjadi motor pertama KTM yang dirakit lokal. Motor yang dipasarkan dengan harga Rp 119 juta on the road Jakarta itu sudah dipertimbangkan harga versi CKD.

KTM 390 AdventureKTM 390 Adventure ini sudah dirakit lokal di Gresik, Jawa Timur. Foto: Yulius Dimas Wisnu A.W./detikcom

"Ini harganya sudah hitungan CKD. Boleh dibilang kompetitif karena kita pakai spek Europe. (Suspensi) full adjustable, itu sendiri beda Rp 20 juta. Kemudian ini udah ada Quick Shifter+ itu sendiri beda Rp 5 juta. Dengan harga sekian dengan spek Europe, menurut saya ini sudah memperhitungkan semua cost tadi," ujar Kris.

"CKD ini yang kita inginkan adalah proses dokumen-dokumen lebih cepat. Jadi proses STNK mungkin 1-2 minggu sudah bisa selesai, kalau CBU bisa dua bulanan baru bisa selesai, kemudian cost lebih besar dengan CBU," sambugnya.



Simak Video "Penampilan Motor Asal Eropa yang Pertama Kali Dirakit di Gresik"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com