Rabu, 05 Feb 2020 10:46 WIB

Setelah 3 Tahun, Gimana Nasib Skuter Listrik Yamaha di RI?

Luthfi Anshori - detikOto
PT. Yamaha Indonesia Motor Mfg. (YIMM) menggelar konferensi pers “Market Trial” sepeda motor listrik Yamaha di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu 1 November 2017. Acara ini diadakan dalam rangka memperkenalkan sekaligus uji coba motor listrik Yamaha. Skuter listrik Yamaha. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Skuter listrik Yamaha, E-Vino, sudah diperkenalkan di Indonesia sejak November 2017 lalu. Itu artinya di tahun 2020 ini E-Vino sudah menginjak tahun ketiga usianya di Indonesia. Lantas bagaimana kabarnya saat ini?

"Kita masih (terus lakukan-red) studi. Butuh persiapan untuk masuk ke era (motor listrik-red) itu," bilang Manager Public Relation PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Anton Widiantoro, di sela-sela kegiatan All New Nmax 155 Workshop, Yamaha Flagship Shop, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Dikatakan Anton, masih perlu waktu bagi skuter listrik E-Vino untuk bisa dijual secara umum di pasar Indonesia.

"Nggak segampang 'wah tetangga (kompetitor) ngeluarin (motor listrik-red) kita juga harus ngeluarin'. Banyak hal yang harus dipertimbangkan," lanjut Anton.

Pihak Yamaha, dikatakan Anton masih menunggu aturan final kendaraan listrik. Kendati pemerintah sudah mengeluarkan Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan, untuk aturan turunannya sendiri memang belum ada.

"Kita lihat secara aturannya, walaupun pemerintah sudah ngeluarin, tapi kan banyak consider (pertimbangan-red) poin yang lain. Di mana kita harus siapkan charging station-nya, di mana dari sisi safety-nya, di mana dari unsur aturannya. Apakah dia dianggap sebagai motorcycle atau dianggap sebagai sepeda, atau kendaraan listrik. Sebagaimana aturan, dia harus pakai SIM atau tidak. Jadi banyak aturan," jelas Anton.

"Kalau bicara hanya punya atau tidak. Siap atau tidak, teknologi ada atau tidak, kita sudah punya. Kemarin kan juga baru keluar (motor listrik Yamaha-red) di TMS 2019. Jadi kita tinggal nunggu persiapan dan waktu yang tepat, kapan harus keluar. Dan di Indonesia sih, masih butuh waktu," ujar Anton.

Sebagai informasi, Yamaha melakukan studi E-Vino dengan terlebih dahulu menyerahkan unit tes ke empat institusi rekanannya, yakni Universitas Pelita Harapan (UPH), Kebun Raya Bogor, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, dan The Breeze BSD.

Yamaha Electric Vehicle atau E-Vino menggunakan motor listrik, dengan baterai Lithium-ion (50V-12Ah) yang bisa dicas dalam jangka waktu 3 jam. Motor ini dibangun dengan desain yang menyerupai Yamaha Fino.

Yamaha diklaim memiliki kecepatan maksimal 44 km/jam dengan batas jarak tempuh 33 km. Di dalam tubuhnya, E-Vino memiliki baterai cadangan yang menampung volume listrik sama.



Simak Video "Pakai Motor Listrik, PLN Aceh Inspeksi Aset"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com