Rabu, 02 Okt 2019 15:39 WIB

Banyak Aksi Demo, Bikin Penjualan Motor Lesu

Luthfi Anshori - detikOto
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Setelah kelompok mahasiswa dan ormas, hari ini (2/10/2019) giliran serikat buruh yang melakukan aksi penyampaian pendapat di sejumlah kota di Indonesia. Meski aksi demo adalah hal yang sah di negara demokratis seperti Indonesia, tidak dimungkiri bahwa aksi demo akan mempengaruhi iklim bisnis, seperti bisnis otomotif.

Dikatakan Dept Head of Sales & Marketing 2W SIS Yohan Yahya, aksi demo yang berujung kerusuhan akan membuat calon konsumen menunda pembelian kendaraan yang memang punya harga relatif tinggi.



"Kalau demo itu kemudian tidak tertib dan mengganggu hingga menimbulkan ketakutan orang, tentunya akan membuat orang jadi malas keluar. Pasti akan ada pengaruh itu," kata Yohan, kepada detikcom, Rabu (2/10/2019).

Lanjut Yohan, dengan adanya aksi demo anarkis, akhirnya banyak toko atau diler motor yang tutup sementara.



"Konsumen juga pasti akan berpikir, apakah nanti demo ini akan berlanjut atau tidak. Dari situ kemudian akan banyak orang yang menahan (membeli motor-Red)," terang Yohan.

Kendati belum mendapat laporan pasti apakah aksi demo yang terjadi di sejumlah kota di Indonesia berpengaruh terhadap penjualan motor Suzuki, Yohan mengatakan ada tren penurunan pada akhir bulan September lalu.

"Kita memang belum dapat reportnya, tapi kalau kita lihat memang di akhir bulan kemarin ya ada sedikit penurunan. Kalau dilihat dari beberapa data penjualan di kota ada penurunan, tapi totally-nya saya belum lihat ya," ujar Yohan.

Banyak Aksi Demo, Bikin Penjualan Motor Lesu


Simak Video "Mendikbud Sebut Ada 50 Penyusup Nyamar Jadi Pelajar Saat Demo"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com